Polri Terbitkan Buku Rasa Bhayangkara Nusantara sebagai Rujukan Program MBG
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara diluncurkan untuk dukung diversifikasi pangan dan Program Makan Bergizi Gratis Prabowo. Begini lengkapnya.

HALLONEWS.COM – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo bersama Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan meluncurkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara.
Buku ini menjadi rujukan penting dalam memperkuat diversifikasi pangan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Buku ini memuat ratusan hidangan Nusantara, lengkap dengan analisis gizi, prinsip higienitas, dan pemanfaatan bahan pangan lokal. Pendekatan ini memperkuat diversifikasi pangan nasional sekaligus memperkenalkan budaya daerah sebagai pendidikan karakter sejak dini.
Polri juga menyampaikan perkembangan terbaru pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) per Kamis, 04 Desember 2025. Dimana 287 unit telah beroperasi penuh, 139 unit dalam tahap persiapan operasional.
Kemudian 263 unit dalam tahap pembangunan dan 410 unit memasuki tahap groundbreaking
“Total pembangunan SPPG Polri mencapai 1.099 unit di seluruh Indonesia. Capaian ini memperlihatkan keseriusan Polri dalam memperkuat fondasi pelaksanaan Program MBG agar berjalan masif, aman, dan berkelanjutan,” kata Dedi, Jumat (5/12/2025).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam pengantarnya menyatakan bahwa buku ini diterbitkan sebagai bentuk penghormatan kepada masa depan anak-anak Indonesia. “Dari liwet yang hangat, woku yang harum, hingga papeda yang lembut, anak-anak diajak memahami keragaman budaya, menumbuhkan toleransi, dan menanamkan kecintaan pada Tanah Air,” tulisnya.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara didukung oleh akademisi, termasuk Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H, dan Prof. Fatma Lestari, S.Si., M.Si., Ph.D.
Kehadiran para akademisi dan praktisi lintas bidang memperkaya substansi buku ini, mencakup gizi masyarakat, keamanan pangan, manajemen risiko, hingga komunikasi kebijakan.
Wakapolri membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak 35 buku dan penghargaan MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Dedi menegaskan komitmen Polri dalam pengabdian berbasis riset.
Sementara Dirgayuza Setiawan sebagai menghadirkan kerangka analisis kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat standar desain buku. Prof. Sandra Fikawati memperkaya aspek gizi ilmiah, sementara Prof. Fatma Lestari memberikan fondasi kuat pada aspek keamanan pangan dan manajemen risiko.
Buku ini memuat ratusan hidangan Nusantara dari Soto Lamongan, Nasi Pecel Madiun, Nasi Jagung Khas Kaili, hingga Pallu Basablengkap dengan analisis gizi, prinsip higienitas, dan pemanfaatan bahan pangan lokal.
Pendekatan ini memperkuat diversifikasi pangan nasional sekaligus memperkenalkan budaya daerah sebagai pendidikan karakter sejak dini.
