Polres Metro Depok Siap Kawal Ketat Kasus Penganiayaan Maut di Sukatani, Ini Dugaan Awal Polisi
Polres Metro Depok mengawal ketat kasus penganiayaan maut di Sukatani, Tapos. Polisi menduga peristiwa yang menewaskan WAT dan melukai DN berkaitan dengan transaksi narkoba.

HALLONEWS.COM – Polres Metro Depok menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan kasus penganiayaan yang menewaskan WAT dan menyebabkan DN mengalami luka berat.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di Gang Swadaya Mas, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, pada Jumat (2/1/2026) dini hari.
Pernyataan itu disampaikan menyusul kedatangan sejumlah massa yang merupakan kerabat korban ke Mapolres Metro Depok pada Senin (5/1/2026).
Mereka meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut dan menegakkan keadilan bagi korban.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengatakan pihaknya akan mengakomodasi seluruh aspirasi yang disampaikan keluarga korban. Ia menegaskan, penanganan perkara ini menjadi perhatian serius kepolisian.
“Ya, kami dari Polres Metro Depok melalui Kasat Reskrim menyampaikan bahwa kasus ini terus kami kawal,” ujar AKP Made, Senin (5/1/2026)
AKP Made menjelaskan, kasus penganiayaan ini kali pertama dilaporkan ke Polsek Cimanggis sekitar pukul 04.30 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, kedua korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka yang cukup parah.
“Setelah laporan diterima, diketahui korban menderita luka cukup banyak dan serius. Keduanya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Brimob untuk mendapatkan perawatan intensif,” jelasnya.
Namun demikian, pihak kepolisian hingga kini belum dapat memastikan secara pasti motif di balik penganiayaan yang menewaskan WAT dan melukai DN tersebut. Meski begitu, polisi mengungkap adanya dugaan awal yang berkaitan dengan transaksi ilegal.
“Dugaan sementara mengarah pada transaksi ilegal, yakni narkoba. Hal ini berdasarkan bukti percakapan atau chat yang mengarah pada transaksi narkoba, serta pergerakan dan keberadaan korban pada malam hari yang masih dipertanyakan,” paparnya.
Dalam proses penyelidikan, Polres Metro Depok telah memeriksa lebih dari tiga orang saksi. Mayoritas saksi berasal dari warga sekitar lokasi kejadian, dan tidak menutup kemungkinan jumlah saksi akan bertambah.
“Lebih dari tiga saksi sudah kami mintai keterangan. Sebagian besar warga setempat, dan ke depan masih ada kemungkinan saksi lain untuk membantu mengungkap kasus ini secara terang,” ungkap AKP Made.
Terkait pelaku, polisi menyebut saat ini baru satu orang yang diamankan. Pelaku tersebut tengah menjalani pemeriksaan di Pomal Bungur.
“Apabila ada pelaku lainnya, tentu akan kami sampaikan. Untuk saat ini, masih satu pelaku yang kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan,” tandasnya. (jan)
