Home - Nusantara - Polisi Ungkap Temuan Baru di Tragedi Panti Jompo Manado: 16 Lansia Tewas, Diduga Akibat Korsleting Dapur

Polisi Ungkap Temuan Baru di Tragedi Panti Jompo Manado: 16 Lansia Tewas, Diduga Akibat Korsleting Dapur

Polda Sulut ungkap temuan baru tragedi kebakaran Panti Jompo Manado: 16 lansia tewas, 15 selamat, penyebab diduga korsleting di area dapur.

Selasa, 30 Desember 2025 - 7:00 WIB
Polisi Ungkap Temuan Baru di Tragedi Panti Jompo Manado: 16 Lansia Tewas, Diduga Akibat Korsleting Dapur
Petugas kepolisian dan warga mengevakuasi lansia dari kobaran api pada saat terjadi kebakaran Panti Jompo Werdha Damai, Manado, Minggu (28/12/2025) malam. Foto: Tangkapan layar video netizen.

HALLONEWS.COM — Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) terus memperdalam penyelidikan atas kebakaran maut yang menewaskan 16 lansia di Panti Jompo Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Minggu (28/12/2025) malam. Polisi menduga kuat kebakaran bermula dari korsleting listrik di area dapur, namun hasil final menunggu pemeriksaan forensik lengkap.

Kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 20.36 Wita, ketika sebagian besar penghuni panti sudah beristirahat. Api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan material mudah terbakar. Tiga unit mobil pemadam dari Pemerintah Kota Manado tiba di lokasi beberapa menit kemudian dan baru berhasil menjinakkan api sekitar pukul 21.30 Wita, setelah hampir satu jam berjuang melawan kobaran api di tengah padatnya permukiman warga.

Warga sekitar sempat melakukan evakuasi darurat sebelum petugas datang, namun banyak penghuni lanjut usia yang terjebak di kamar mereka karena keterbatasan fisik. Beberapa saksi mata menyebut api bermula dari arah dapur sebelum cepat menyebar ke seluruh kompleks panti.

Polda Sulut memastikan 16 lansia meninggal dunia akibat kebakaran tersebut. Seluruh jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulut untuk proses identifikasi menggunakan metode ilmiah.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, mengatakan kondisi sebagian besar korban sangat sulit dikenali secara fisik sehingga proses identifikasi dilakukan melalui tes DNA yang melibatkan keluarga korban. Sampel DNA akan dikirim ke laboratorium khusus Mabes Polri di Jakarta.

“Tim DVI dan forensik sudah bekerja sejak malam kejadian. Kami memastikan seluruh korban diidentifikasi dengan metode ilmiah dan hasilnya akan disampaikan secara resmi,” ujar Alamsyah, Senin (30/12/2025).

Selain itu, Posko DVI Biddokkes Polda Sulut juga membuka layanan pendampingan psikologis bagi keluarga korban yang menunggu hasil identifikasi.

Korban Selamat

Sebanyak 15 lansia berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Manado. Para penyintas dilaporkan dalam kondisi stabil, meski sebagian masih mengalami trauma dan luka ringan.

Berikut nama-nama korban selamat yang telah dikonfirmasi: Rike Kaligis (73), Meiske Merke (60), Christian Yusuf (52), Petrus Fredy (83), Stien Waleleng (80), Chia Chin Hin (92), Olin Klit (61), Joppy Wahani (70), Paulus Kaonang (70), Jetty Kandou (86), Stien Gerungan (70), Yutindam (70), Kean She Poe (68), Rolin Rumeen (64), dan Lao Kim Hoa (73).

Direktur RSUD Kota Manado, dr. Hesky Lintang, mengatakan sebagian korban masih dalam pengawasan intensif namun “secara umum kondisi mereka stabil dan mulai pulih.”

Penyelidikan Polisi

Polda Sulut melalui Ditreskrimum, DVI, dan Labfor telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kebakaran, antara lain potongan kabel listrik, peralatan dapur, dan sisa material bangunan yang hangus. Barang-barang tersebut akan dianalisis untuk memastikan titik awal api.

“Dugaan awal mengarah ke korsleting listrik di area dapur, tapi kami masih menunggu hasil forensik lengkap untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Alamsyah.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengurus panti, warga sekitar, dan petugas pemadam yang pertama tiba di lokasi. Fokus penyelidikan saat ini meliputi aspek teknis penyebab kebakaran dan kemungkinan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan bangunan.

Langkah Pemerintah

Pemerintah Kota Manado menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan kepolisian dan memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah.

Sekretaris Kota Manado, dr. Steaven Dandel, mengatakan pihaknya juga akan mengevaluasi standar keselamatan panti sosial dan fasilitas publik lainnya di Manado untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

“Kita akan pastikan setiap panti lansia memiliki sistem keamanan dan alat pemadam yang layak,” tegasnya.

Tragedi ini menjadi kebakaran paling mematikan di Manado dalam lima tahun terakhir, sekaligus membuka sorotan luas terhadap keselamatan fasilitas sosial bagi warga lanjut usia di Indonesia. (ren)