PM Inggris Keir Starmer Kunjungi China, Perkuat Hubungan Strategis dan Kerja Sama Ekonomi
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan mengunjungi China pada 28–31 Januari untuk memperkuat hubungan strategis dan kerja sama ekonomi bilateral di tengah dinamika global.

HALLONEWS.COM– Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke China pada 28–31 Januari atas undangan Perdana Menteri China Li Qiang. Kunjungan ini menjadi lawatan perdana perdana menteri Inggris ke Negeri Tirai Bambu dalam delapan tahun terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kembali hubungan bilateral China–Inggris yang sempat mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir.
Guo mengungkapkan, pada Agustus 2024, Presiden China Xi Jinping sempat melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Keir Starmer atas permintaan Starmer. Selanjutnya, pada November 2024, keduanya kembali bertemu di sela KTT G20 di Rio de Janeiro, yang dinilai membawa hubungan China–Inggris ke jalur perbaikan dan pengembangan.
“Menjaga komunikasi dan memperkuat kerja sama antara China dan Inggris, sebagai sesama anggota tetap Dewan Keamanan PBB, sejalan dengan kepentingan bersama kedua negara dan berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, serta pembangunan global,” ujar Guo dalam konferensi pers rutin, Selasa (27/1/2026).
Selama kunjungan tersebut, Presiden Xi Jinping dijadwalkan bertemu langsung dengan Keir Starmer. Selain itu, Perdana Menteri Li Qiang akan menggelar pertemuan bilateral, sementara Ketua Parlemen China Zhao Leji juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan pemimpin Inggris itu.
Menurut Guo, kedua pihak akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai hubungan bilateral serta berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama. Selain Beijing, Starmer juga akan mengunjungi Shanghai sebagai bagian dari rangkaian lawatannya.
Guo menambahkan, sejak menjabat, pemerintahan Partai Buruh Inggris secara terbuka menyatakan komitmennya untuk mengembangkan hubungan yang konsisten, berjangka panjang, dan strategis dengan China, serta mendorong dialog dan kerja sama yang konstruktif.
“China berharap kunjungan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan saling kepercayaan politik, memperdalam kerja sama praktis, serta membuka babak baru hubungan bilateral yang sehat dan stabil,” katanya.
Mitra Ekonomi dan Perdagangan Penting
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan China–Inggris terus menunjukkan perkembangan yang sehat dan stabil di bawah arahan strategis para pemimpin kedua negara.
Pada 2025, nilai perdagangan barang bilateral China–Inggris tercatat mencapai 103,7 miliar dolar AS, sementara perdagangan jasa diperkirakan melampaui 30 miliar dolar AS.
Starmer dilaporkan akan didampingi oleh lebih dari 50 eksekutif dan perwakilan perusahaan besar Inggris, yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari keuangan, farmasi, manufaktur, hingga industri budaya dan kreatif. Kehadiran rombongan bisnis tersebut dinilai mencerminkan kuatnya minat Inggris untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan China.
Selama kunjungan berlangsung, Kementerian Perdagangan China berencana menandatangani sejumlah dokumen kerja sama perdagangan dan investasi, guna menciptakan titik pertumbuhan baru bagi hubungan ekonomi kedua negara.
Di tengah meningkatnya gelombang proteksionisme perdagangan global, China dan Inggris menegaskan komitmen bersama terhadap perdagangan bebas dan sistem perdagangan multilateral, serta terus memperluas kerja sama di bidang energi hijau, layanan kesehatan, industri kreatif, dan manufaktur cerdas.
“Kami siap memperkuat komunikasi kebijakan ekonomi dan perdagangan dengan Inggris, menciptakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan berbasis hukum, serta mendorong hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China. (ren)
