Petugas Haji 2026 Didominasi TNI-Polri, Jumlahnya Naik Dua Kali Lipat
Jumlah petugas haji 2026 dari unsur TNI-Polri melonjak drastis menjadi 185 personel. Pemerintah ungkap alasan kenaikan, Presiden Prabowo sempat ingin PPIH didominasi aparat.

HALLONEWS.COM – Pemerintah secara resmi meningkatkan jumlah personel TNI dan Polri yang ditugaskan sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026.
Kenaikan ini terbilang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan disebut sebagai bentuk apresiasi atas kinerja serta dedikasi aparat dalam melayani jemaah haji Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, total personel TNI-Polri yang menjadi PPIH tahun ini mencapai 185 orang. Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2025 yang hanya sekitar 80 personel.
“Peningkatan ini bukan tanpa alasan. Personel TNI dan Polri memiliki kedisiplinan tinggi, dedikasi kuat, serta orientasi pelayanan yang sangat baik kepada jemaah,” ujar Dahnil usai membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Menurut Dahnil, selama ini aparat TNI-Polri kerap menjadi tulang punggung dalam berbagai aspek teknis penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pengamanan, pengaturan mobilitas jemaah, hingga penanganan kondisi darurat di lapangan.
“Ini adalah bentuk penghargaan negara kepada prajurit TNI dan anggota Polri yang selama bertahun-tahun membantu kelancaran pelayanan haji,” tegasnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengungkapkan adanya keinginan Presiden Prabowo Subianto agar petugas haji ke depan mayoritas berasal dari unsur TNI dan Polri. Namun, wacana tersebut belum sepenuhnya dapat diterapkan.
“Masih ada aspirasi dari ormas-ormas Islam dan masyarakat yang ingin ikut berkontribusi sebagai petugas haji. Itu juga harus dipertimbangkan,” kata Wachid dalam kesempatan yang sama.
Dengan meningkatnya keterlibatan TNI-Polri, pemerintah berharap kualitas pelayanan haji 2026 semakin profesional, tertib, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah, tanpa mengesampingkan peran unsur masyarakat lainnya. (min)
