Home - Megapolitan - Perluas Akses Air Perpipaan, PAM Jaya Fokuskan Penguatan Layanan

Perluas Akses Air Perpipaan, PAM Jaya Fokuskan Penguatan Layanan

PAM Jaya menyatakan capaian pelayanan hingga akhir 2025 menjadi pijakan penting untuk memperluas cakupan layanan air minum secara lebih merata di Ibu Kota.

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:15 WIB
Perluas Akses Air Perpipaan, PAM Jaya Fokuskan Penguatan Layanan
Anjasmoro/Hallonews Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin.

HALLONEWS.COM- Hingga akhir 2025, PAM Jaya mencatat tingkat cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta mencapai 80,24 persen, meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir pengelolaan perusahaan.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, capaian pelayanan hingga akhir 2025 menjadi pijakan penting untuk memperluas cakupan layanan air minum secara lebih merata di Ibu Kota.

Menurutnya, hingga Desember 2025, jumlah pelanggan PAM Jaya tercatat mencapai 1.178.022 sambungan dengan tingkat layanan sebesar 80,24 persen.

“Capaian ini menunjukkan akselerasi yang signifikan. Dalam tiga tahun pengelolaan PAM Jaya sejak 2023, peningkatan cakupan layanan justru melampaui pertumbuhan yang terjadi selama 25 tahun sebelumnya,” ujar Arief melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, pada 1998 tingkat layanan air minum perpipaan di Jakarta masih berada di angka 56,88 persen.

Selama masa kerja sama dengan mitra hingga 2023, pertumbuhan cakupan hanya bertambah sekitar 10,77 persen. “Sementara itu, dalam kurun waktu 2023–2025, PAM Jaya mencatat kenaikan layanan hingga 12,59 persen,” ujarnya.

Selain itu, sepanjang 2025, PAM Jaya juga membukukan penambahan 206.537 sambungan rumah baru.

“Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi konsisten perusahaan dalam memperluas akses air minum perpipaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di tengah dinamika perkotaan Jakarta,” tuturnya.

Arief menegaskan, pengembangan layanan tetap memperhatikan kondisi sosial ekonomi warga.

Menurut dia, air minum perpipaan merupakan kebutuhan dasar yang harus disediakan secara adil dan berkelanjutan.

“Pada 2026, kami memprioritaskan penguatan operasional dan peningkatan kualitas layanan tanpa menambah beban masyarakat. Karena itu, tidak ada penyesuaian tarif air minum perpipaan tahun ini,” ujar Arief.

Untuk menopang kebijakan tersebut, PAM Jaya terus melakukan efisiensi internal, optimalisasi sistem distribusi, serta pembenahan tata kelola perusahaan sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan.

Tak hanya itu, sejak 2025 PAM Jaya menjalankan program pemasangan sambungan air perpipaan gratis bagi warga dengan luas rumah di bawah 70 meter persegi.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memperoleh akses air minum yang layak, aman, dan terjangkau langsung dari rumah.

Sebagai badan usaha milik daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Arief, PAM Jaya menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan publik.

“Tetapi juga mitra masyarakat dalam memastikan ketersediaan air minum perpipaan yang berkualitas dan berkesinambungan bagi seluruh warga Jakarta,” ucapnya. (ALS)