Home - Megapolitan - Penyebaran Virus Influenza H3N2 Subclade K, Tidak Mematikan Tapi Memiliki Laju Evolusi Tinggi.

Penyebaran Virus Influenza H3N2 Subclade K, Tidak Mematikan Tapi Memiliki Laju Evolusi Tinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengeluarkan pernyataan resmi, terkait adanya laporan peningkatan kasus Influenza A(H3N2) atau di kenal dengan Super Flu. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, MARS melalui rilisnya yang diterima wartawan media ini Rabu, 3 Januari 2026 mengatakan, Influenza merupakan penyakit saluran nafas yang akut yang disebabkan...
Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:40 WIB
Penyebaran Virus Influenza H3N2 Subclade K, Tidak Mematikan Tapi Memiliki Laju Evolusi Tinggi.
influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar disejumlah propinsi dan membuat warga cemas. (Dinkes Kota Bogor)

HALLONEWS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengeluarkan pernyataan resmi, terkait adanya laporan peningkatan kasus Influenza A(H3N2) atau di kenal dengan Super Flu.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, MARS melalui rilisnya yang diterima wartawan media ini Rabu, 3 Januari 2026 mengatakan, Influenza merupakan penyakit saluran nafas yang akut yang disebabkan oleh Virus Influenza A (H3N2).

Secara ilmiah, virus yang dijuluki “super flu” tersebut diidentifikasi sebagai influenza tipe A yang sudah ada dari dulu.

“Nama virusnya  H3N2. Hanya saja variannya berubah menjadi subvarian H3N2 dengan subclade K,” kata dr. Sri Nowo Retno.

Ia menjelaskan, Subclade K merupakan varian baru yang pertama kali teridentifikasi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.

Varian ini tidak mematikan seperti covid-19. Cara penularannya melalui droplet, aerosol dan kontak langsung dengan cairan saluran napas orang yang terinfeksi.

“Penularan sangat cepat. 1 orang bisa menulari 2–3 orang di sekitarnya. Orang dewasa menularkan influenza sejak 1 hari sebelum muncul gejala hingga 5 hari setelah timbul gejala,” ujarnya.

“Penyebabnya, Infeksi saluran nafas  yang disebabkan oleh virus influenza A dan Influenza B,” katanya lagi.

Menurut dr. Sri Nowo Retno, penderita umumnya bergejala meliputi demam tinggi, kelelahan berat, nyeri otot (myalgia), pilek atau hidung tersumbat, menggigil, dan nyeri tenggorokan.

Masa inkubasi diperkirakan 1 hingga 4 hari setelah virus terpapar, dan durasi rata-rata penyakit dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya.

Ia menjelaskan, penularan virus ini bisa melalui droplet (batuk, bersin, berbicara), dan kontak tangan/benda terkontaminasi.

Sementara penyebaran virus influenza tipe A tipe H3N2 atau disebut subclade K, memiliki laju evolusi tinggi.

Sedangkan langkah pencegahan dan pengendalian, dapat dilakukan dengan memakai masker, tutup hidung dan mulut dengan lengan/siku atau tisu ketika batuk dan bersin, rajin mencuci tangan, perbanyak waktu beristirahat, minum air putih dan makan makanan bergizi.

Pelaksanaan surveilans penyakit infeksi pernafasan melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang dilaporkan setiap minggunya melalui penyakit Influenza Like Illnes (ILI).

Tren ILI di Indonesia dan Kota Bogor hingga akhir Desember 2025, mencatat ada 1.692.642 kasus.

“Tren peningkatan kasus ILI terlihat sejak akhir 2024 dan kembali menguat pada 2025,” katanya.

Menurut dr. Sri Nowo, tercatat ada 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan propinsi hingga akhir Desember 2025.

“Sebaran terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Konsentrasi kasus terbanyak di Jawa.
Angka skrining kasus pada 2025 juga menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai 209,4 perseb dibandingkan tahun 2024,” ujarnya.

“Untuk Kota Bogor, tren ILI tahun 2025 fluktuatif, lalu menurun pada akhir Desember. Puncak kasus ini di Minggu 40-46 pada bulan September-Oktober,” katanya lagi.

Sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap kasus Influenza A (H3N2), Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan langkah-langkah kongkrit berupa, memantau tren kasus Pneumonia dan ILI melalui SKDR.

Menghimbau kepada unit pelapor (Rumah Sakit dan Puskesmas) untuk segera melapor melalui menu EBS-SKDR, jika ditemukan klaster penyakit infeksi pernafasan.

Berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat terkait perkembangan kasus Influenza A (H3N2).

Memberikan promosi kesehatan terkait pencegahan penyakit Influenza A (H3N2) melalui media sosial dan Puskesmas.

Menindaklanjuti arahan dari Menteri Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bogor menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik terhadap informasi yang beredar saat ini.

“Kami himbau, jaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, konsumsi makanan gizi seimbang, memakai masker saat merasa tidak enak badan, Imunisasi (vaksin influenza) untuk kelompok rentan dan jika ada gejala segera ke fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas/rumah sakit),” pintanya.

dr. Sri Nowo meminta, apabila ada kondisi kedaruratan bisa menghubungi call center PSC GESIT di nomor 119. (yopy)