Home - Internasional - Penembakan Pantai Bondi: Terduga Pelaku Didakwa Terorisme

Penembakan Pantai Bondi: Terduga Pelaku Didakwa Terorisme

Polisi Australia resmi mendakwa terduga pelaku penembakan massal di Pantai Bondi dengan tuduhan terorisme dan puluhan pelanggaran berat, setelah pria tersebut sadar dari koma dan dirawat di rumah sakit.

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:01 WIB
Penembakan Pantai Bondi: Terduga Pelaku Didakwa Terorisme
Ayah dan anak terduga pelaku penembakan Pantai Bondi, Sydney, Australia. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM-Kepolisian New South Wales (NSW) resmi mendakwa terduga pelaku penembakan massal di kawasan Pantai Bondi dengan puluhan dakwaan berat, termasuk tuduhan terorisme. Pendakwaan dilakukan setelah pria berusia 24 tahun tersebut sadar dari koma dan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Terduga pelaku, Naveed Akram, kini menghadapi 59 dakwaan pidana. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sebelumnya menyatakan bahwa proses hukum akan segera dijalankan begitu kondisi tersangka memungkinkan untuk didakwa.

Dalam peristiwa penembakan yang terjadi pada Minggu lalu, satu orang terduga pelaku lain yang diketahui merupakan ayah tersangka, Sajid Akram (50), tewas di lokasi kejadian.

Dalam keterangan resmi, Kepolisian New South Wales menyebutkan bahwa pendakwaan dilakukan setelah penyelidikan menyeluruh yang dilakukan melalui Operasi Arques. Pada Rabu, 17 Desember, tim Joint Counter Terrorism Team (JCTT) mendatangi rumah sakit tempat tersangka dirawat untuk secara resmi menyampaikan dakwaan.

Polisi merinci bahwa dakwaan tersebut mencakup berbagai pelanggaran berat, antara lain: melakukan tindakan terorisme, 15 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan menyebabkan luka atau cedera tubuh berat dengan maksud membunuh, menembakkan senjata api dengan tujuan menyebabkan luka berat, menampilkan simbol organisasi teroris terlarang di ruang publik, dan menempatkan bahan peledak di dalam atau di sekitar bangunan dengan maksud merusak.

Dugaan Motif Teror

Pihak kepolisian akan menyampaikan di pengadilan bahwa tersangka diduga melakukan serangkaian tindakan yang mengakibatkan kematian, luka serius, serta membahayakan keselamatan publik. Aksi tersebut disebut bertujuan untuk memajukan ideologi keagamaan tertentu sekaligus menimbulkan ketakutan luas di tengah masyarakat.

Polisi juga mengungkapkan bahwa indikasi awal menunjukkan serangan ini terinspirasi oleh ISIS, organisasi teroris yang telah lama dinyatakan terlarang di Australia. Meski demikian, aparat menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan motif, jaringan pendukung, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Saat ini, Naveed Akram masih dirawat di rumah sakit di bawah penjagaan ketat aparat keamanan. Ia dijadwalkan mengikuti proses persidangan awal melalui sambungan video dari rumah sakit.

Kepolisian New South Wales memastikan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara tegas dan transparan, mengingat besarnya dampak insiden tersebut terhadap keamanan nasional dan rasa aman masyarakat Australia. (ren)