Home - Nusantara - Pemkot Bandung Dorong Cibangkong Jadi Sentra Pengolahan Sampah Lintas Kelurahan

Pemkot Bandung Dorong Cibangkong Jadi Sentra Pengolahan Sampah Lintas Kelurahan

Pemkot Bandung mendorong Kelurahan Cibangkong menjadi pusat pengolahan sampah terpadu berbasis kewilayahan.

Senin, 2 Februari 2026 - 8:00 WIB
Pemkot Bandung Dorong Cibangkong Jadi Sentra Pengolahan Sampah Lintas Kelurahan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan berdialog dengan warga yang membudidayakan lebah madu di Kelurahan Cibangkong, Kamis (29/1/2026). Foto: Dok Pemkot Bandung

HALLONEWS.COM — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mendorong Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, menjadi pusat pengolahan sampah terpadu berbasis kewilayahan. Farhan menilai ada titik potensial di RW 02, 03, 06, dan RW 11 sehingga pendataan matrikulasi lahan diperlukan agar pengolahan sampah terencana dan sesuai standar lingkungan.

“Kita perlu data matrikulasi, jangan sampai ada kelurahan lain yang tidak punya lahan. Kalau bisa diarahkan ke sini asalkan pengolahannya benar dan terkelola,” kata Farhan seusai meninjau kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-79 di RW 03 Kelurahan Cibangkong, Kamis (29/1/2026).

Farhan mengatakan, konsep sentra pengolahan sampah ini bukan hanya untuk satu wilayah, tetapi juga dapat membantu kelurahan sekitar yang memiliki keterbatasan lahan dengan syarat pengelolaan memenuhi standar lingkungan.

Farhan yang didampingi Lurah Cibangkong, Desi Wulandari, juga meninjau kawasan Buruan Sae di RW 03 yang memiliki lahan cukup luas untuk dikembangkan sebagai tempat pengolahan sampah skala kelurahan hingga lintas wilayah. “Pak Wali melihat langsung ke lokasi Buruan Sae dan tertarik karena lahannya besar, ke depan direncanakan sampah dari kelurahan lain bisa diolah di RW 3,” ujar Desi.

Menurut Desi, di Kelurahan Cibangkong ada 13 RW dan empat di antaranya telah menerapkan Kawasan Bebas Sampah (KBS) yakni RW 01, 02, 08 dan RW 11. Di keempat RW tersebut, pengelolaan sampah berbasis kewilayahan sudah mulai berjalan.

Warga di empat RW tersebut memilah sampah dari rumah dan mengolahnya secara mandiri. “Mereka sudah swadaya bahkan membuat batu terawang sendiri sebagai bagian dari pengolahan sampah,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Farhan juga berdialog dengan warga RW 02 Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal yang berhasil mengembangkan budidaya lebah Trigona sebagai produk kesehatan. Ketua RW 02 Cibangkong, Neneng Hesti menjelaskan budidaya ini dijalankan Kelompok Swadaya Masyarakat Tamalago Tani Madu Lebah Trigona yang telah memiliki Surat Keputusan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Budidaya lebah dilakukan oleh warga dari empat RT dengan memanfaatkan sekitar 30 kotak Trigona yang tersebar di seluruh wilayah sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Neneng menyebut pengembangan budidaya berawal dari pengolahan sampah yang dipilah lalu diolah menjadi kompos untuk tanaman pakan lebah yang menyediakan nektar dan polen. “Lebah Trigona harus makan dari bunga yang mengandung nektar dan polen, jadi kami lakukan penghijauan agar lebah menghasilkan madu,” ujar Neneng.

Madu Trigona RW 02 dimanfaatkan warga sekaligus dibagikan kepada anak stunting dan ibu hamil di Kelurahan Cibangkong sebagai dukungan kesehatan masyarakat.

Farhan sempat mencicipi madu tersebut dan memberikan respons positif karena kualitasnya dinilai lebih segar dan alami. “Pak Wali bilang madunya segar dan rasanya beda, ada asamnya karena benar-benar murni dari alam,” ujar Neneng.

Ia menyampaikan lebah Trigona dapat mencari pakan hingga radius satu sampai dua kilometer sehingga kualitas madu sangat dipengaruhi kebersihan lingkungan.

Neneng menuturkan keberhasilan ini dipicu konsistensi warga menjalankan program pemerintah sejak peristiwa Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti yang membuat RW 02 bergerak mandiri mengelola sampah hingga meraih status KBS dan kini menuju KBS Utama.

“Semua program pemerintah kami jalankan, dari Dinas Lingkungan Hidup, DKPP sampai Dinas Kesehatan, Alhamdulillah RW 02 terus bergerak,” katanya. (gaa)