Home - Nasional - Pembatasan Truk Sumbu 3 Diklaim Kurangi Kasus Kecelakaan hingga 27,12 Persen

Pembatasan Truk Sumbu 3 Diklaim Kurangi Kasus Kecelakaan hingga 27,12 Persen

Korlantas Polri memprediksi puncak arus balik libur Nataru terjadi hari ini. Mereka melaporkan bahwa sekitar 96 persen kendaraan sudah kembali ke Jakarta. Lalu lintas di puncak arus balik hari ini tidak terlalu signifikan.

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:34 WIB
Pembatasan Truk Sumbu 3 Diklaim Kurangi Kasus Kecelakaan hingga 27,12 Persen
Kendaraan truk sumbu 3 melintas di ruas tol Cikampek. Korlantas Polri mengklaim pembatasan operasional kendaraan tersebut saat libur Nataru efektif kurangi kasus kecelakaan. Foto Hallonews.Com

HALLONEWS.COM – Surat Keputusan Bersama (SKB) soal pembatasan angkutan barang dengan sumbu 3 atau lebih diklaim mampu membantu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas hingga 27,12 persen di periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Penurunan angka ini berimbas pada kecilnya jumlah kasus kecelakaan yang meninggal dunia.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan kebijakan pembatasan truk sumbu 3 merupakan kesepakatan yang baik.

“Jadi kita bisa menurunkan dua digit, 27,12 persen. Jadi hampir kurang lebih 150 kita bisa mengurangi peristiwa kecelakaan daripada tahun yang lalu,” ujarnya usai memantau arus lalin di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026).

Menurut Agus, SKB truk sumbu tiga sempat berubah karena ada kebijakan work from anywhere (WFA). Serangkaian kebijakan itu membuat periode masyarakat mudik dan balik tersebar sehingga lalu lintas bisa terkendali.

“Ini juga penting sekali karena memang operasi Natal dan Tahun Baru ini adalah operasi keselamatan. Yang paling terpenting adalah keselamatan, kelancaran daripada lalu lintas, baik keamanan Harkamtibmas termasuk Kamseltibcarlantas,” sambungnya.

Agus juga melaporkan bahwa sekitar 96 persen kendaraan sudah kembali ke Jakarta usai libur Nataru. Dia mengatakan lalu lintas di puncak arus balik libur Nataru hari ini tidak terlalu signifikan.

“Berkaitan dengan traffic e-counting, proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta yang melalui tol itu 2.900. Jadi sudah kembali itu sudah 96 persen, jadi tinggal 4 persen. Jadi arus balik hari ini tidak terlalu signifikan,” paparnya.

Kakorlantas juga meninjau lalu lintas di kawasan Puncak, Bogor, hari ini. Dalam kunjungan tersebut hadir Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Mulya Hasudungan Ritonga, Dirut Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono dan Dirut Jasa Raharja Dewi Suzana. (min)