Pejabat AS akan Undang Bos Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips ke Gedung Putih Bahas Minyak Venezuela
Pejabat AS akan mengundang eksekutif Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips ke Gedung Putih untuk membahas investasi minyak Venezuela setelah Presiden Trump mengumumkan pengalihan 30–50 juta barel minyak ke AS.

HALLONEWS.COM-Pejabat tinggi Amerika Serikat akan mengundang para eksekutif perusahaan minyak raksasa AS yaitu Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips ke Gedung Putih untuk membahas rencana investasi dan pengelolaan sektor energi Venezuela, menyusul kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pengalihan puluhan juta barel minyak Venezuela ke Washington.
Trump mengumumkan bahwa pemerintahan sementara Venezuela akan “menyerahkan” antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah kepada Amerika Serikat. Minyak tersebut akan dijual di pasar dengan harga berlaku, dan hasil penjualannya akan dikelola oleh pemerintah AS.
“Minyak berkualitas tinggi ini akan dibawa langsung ke Amerika Serikat, dijual dengan harga pasar, dan dana yang dihasilkan akan berada di bawah kendali saya sebagai Presiden,” tulis Trump dalam pernyataannya di platform Truth Social yang dikutip Rabu (7/1/2026).
Trump juga mengatakan telah memerintahkan Menteri Energi AS untuk segera melaksanakan rencana tersebut dan membuka jalur kerja sama dengan perusahaan energi Amerika.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membenarkan bahwa pemerintah AS tengah menyiapkan pembahasan lanjutan dengan sektor swasta energi.
“Presiden Trump telah menegaskan bahwa penguasaan dan stabilitas pasokan energi strategis merupakan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat,” kata Leavitt dalam pernyataan resmi.
“Tim Presiden sedang mengevaluasi berbagai opsi kebijakan, termasuk melibatkan perusahaan energi Amerika Serikat dalam pengelolaan dan investasi di Venezuela.”
Menurut Leavitt, diskusi dengan perusahaan minyak besar akan difokuskan pada pasokan energi, stabilitas pasar, dan kepentingan strategis AS.
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan pihaknya telah menerima instruksi langsung dari Presiden Trump.
“Presiden telah meminta Departemen Energi untuk memastikan bahwa pasokan energi strategis ini dikelola secara aman, efisien, dan sejalan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat,” ujar Wright kepada wartawan. “Kami juga diminta untuk berkoordinasi dengan sektor industri energi domestik.”
Sumber pemerintahan AS menyebutkan, pertemuan di Gedung Putih tersebut akan membahas akses ladang minyak, investasi jangka menengah, dan kemungkinan kembalinya perusahaan AS ke Venezuela pascasanksi.
Chevron Bertahan, Exxon dan ConocoPhillips Pernah Keluar
Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak multinasional AS yang masih beroperasi di Venezuela. Sementara Exxon Mobil dan ConocoPhillips meninggalkan negara itu setelah industri minyak dinasionalisasi pada era Presiden Hugo Chávez.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan minyak AS dapat kembali beroperasi di Venezuela dalam waktu sekitar 18 bulan, asalkan otoritas sementara di Caracas bekerja sama dengan Washington.
Respons Pemerintah Venezuela
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez menolak anggapan bahwa negaranya berada di bawah kendali asing.
“Tidak ada agen eksternal yang memerintah Venezuela. Ini adalah negara berdaulat, dan pemerintahan kami adalah pemerintahan konstitusional,” kata Rodríguez dalam pidato yang disiarkan televisi nasional.
Rodríguez menyebut langkah Amerika Serikat terkait minyak Venezuela sebagai bentuk tekanan politik dan ekonomi terhadap negaranya. (ren)
