Home - Internasional - Paus Leo XIV Tegas Kutuk Antisemitisme, Telepon Presiden Israel Usai Teror Berdarah di Sydney

Paus Leo XIV Tegas Kutuk Antisemitisme, Telepon Presiden Israel Usai Teror Berdarah di Sydney

Paus Leo XIV menyampaikan kecaman keras terhadap antisemitisme dalam percakapan telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog, menyusul serangan teroris yang menargetkan komunitas Yahudi di Sydney dan menewaskan belasan orang.

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:28 WIB
Paus Leo XIV Tegas Kutuk Antisemitisme, Telepon Presiden Israel Usai Teror Berdarah di Sydney
Paus Leo XIV. Foto: Vatican Media for Hallonews

HALLONEWS.COM-Paus Leo XIV kembali menegaskan sikap tegas Gereja Katolik terhadap segala bentuk antisemitisme. Penegasan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, dalam percakapan telepon yang berlangsung pada Rabu (17/12/2025), di tengah suasana menjelang Natal bagi umat Kristiani dan perayaan Hanukkah bagi umat Yahudi.

Menurut keterangan resmi Kantor Pers Takhta Suci, percakapan tersebut dilakukan menyusul serangan teroris yang baru-baru ini menargetkan komunitas Yahudi di Sydney, Australia. Serangan itu mengguncang publik internasional dan memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pemimpin dunia.

Dalam pembicaraan tersebut, Paus Leo XIV menegaskan kembali “kecaman tanpa kompromi Gereja Katolik terhadap setiap bentuk antisemitisme,” yang menurutnya masih terus menebar rasa takut, tidak hanya di kalangan komunitas Yahudi, tetapi juga di tengah masyarakat global secara luas.

Paus juga menekankan bahwa kebencian berbasis identitas agama dan etnis merupakan ancaman serius bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Ia menyerukan agar segala bentuk kekerasan berbasis kebencian dihentikan secara menyeluruh.

Selain mengecam antisemitisme, Paus Leo XIV turut mengulangi seruannya agar berbagai proses perdamaian yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah terus dijalankan dengan ketekunan dan itikad baik. Ia menyoroti pentingnya peningkatan dan keberlanjutan bantuan kemanusiaan, terutama bagi warga sipil yang terdampak konflik berkepanjangan.

Serangan teroris yang menjadi latar percakapan tersebut terjadi pada Minggu (14/12/2025), ketika dua pria menyerang sebuah acara perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 25 lainnya, menjadikannya salah satu serangan paling mematikan terhadap komunitas Yahudi di Australia dalam beberapa tahun terakhir.

Sehari setelah tragedi itu, Paus Leo XIV secara terbuka menyampaikan doa bagi para korban. Dalam kesempatan tersebut, saat menerima kelompok penyumbang pohon Natal dan adegan kelahiran Yesus untuk Vatikan, Paus menyuarakan seruan moral yang kuat.

“Cukup sudah dengan segala bentuk kekerasan antisemit ini,” ujar Paus. “Kita harus menghapus kebencian dari hati kita.”

Sebagai bentuk solidaritas dan empati, Paus Leo XIV juga mengirimkan telegram belasungkawa kepada otoritas Australia. Dalam pesannya, ia memohon “berkat ilahi berupa kedamaian dan kekuatan bagi seluruh rakyat Australia” yang tengah berduka atas tragedi tersebut.

Seruan Paus Leo XIV melampaui sekadar kecaman politik atau diplomasi antarnegara. Pernyataan tersebut menempatkan antisemitisme sebagai luka kemanusiaan global yang mengancam fondasi hidup bersama lintas iman. Dalam konteks dunia yang kian terpolarisasi oleh konflik identitas, Paus menegaskan bahwa kebencian berbasis agama bukan hanya menyerang satu komunitas, tetapi merusak nilai universal kemanusiaan, martabat manusia, dan perdamaian dunia.

Dengan menyoroti penderitaan komunitas Yahudi di Sydney, Paus Leo XIV mengirim pesan moral yang tegas: kekerasan berbasis kebencian tidak dapat dibenarkan atas nama apa pun. Seruannya untuk “menghilangkan kebencian dari hati manusia” menegaskan peran moral agama sebagai penjaga nurani global, sekaligus pengingat bahwa perdamaian tidak akan lahir dari pembalasan, melainkan dari penghormatan terhadap kemanusiaan bersama. (ren)