NVIDIA Bangkitkan Kembali RTX 3060 di 2026, Dampak Krisis AI dan Kelangkaan DRAM
NVIDIA dikabarkan menghidupkan kembali RTX 3060 pada 2026 akibat krisis AI dan kelangkaan DRAM global. Simak dampaknya bagi GPU gaming dan pasar PC.

HALLONEWS.COM – NVIDIA dipastikan tidak akan mengumumkan GPU gaming baru di ajang CES 2026.
Untuk kali pertama dalam lima tahun terakhir, perusahaan raksasa semikonduktor itu memilih absen dari peluncuran kartu grafis desktop maupun mobile, menandai pergeseran besar fokus industri dari gaming ke kecerdasan buatan (AI).
Keynote NVIDIA di CES 2026 diperkirakan akan sepenuhnya membahas teknologi AI dan pusat data, sejalan dengan lonjakan permintaan global terhadap chip AI.
Namun di balik absennya GPU baru, muncul kabar mengejutkan: NVIDIA dikabarkan akan menghidupkan kembali GeForce RTX 3060, kartu grafis yang pertama kali dirilis pada 2021.
Langkah ini dinilai sebagai respons langsung terhadap krisis pasokan GPU dan kelangkaan memori DRAM global yang kian parah akibat dominasi kebutuhan AI.
AI Mengubah Peta Industri GPU Gaming
Dalam beberapa tahun terakhir, industri PC dan pasar GPU gaming menghadapi tekanan berlapis. Setelah krisis kelangkaan GPU era pandemi mulai mereda, masalah baru muncul dari sisi memori.
Produsen DRAM besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini memprioritaskan produksi memori untuk server AI karena margin keuntungannya jauh lebih tinggi dibanding pasar konsumen.
Akibatnya, pasokan memori grafis terbaru seperti GDDR7—yang digunakan pada GPU generasi terbaru berbasis arsitektur Blackwell, termasuk seri RTX 50 jadi sangat terbatas dan mahal.
Kondisi ini membuat peluncuran GPU gaming baru berisiko tinggi tanpa jaminan pasokan memori yang stabil.
Masih Jadi Favorit
Di tengah kondisi tersebut, RTX 3060 justru tetap menjadi GPU paling populer di kalangan gamer.
Data Steam Hardware & Software Survey menunjukkan lebih dari 6 persen pengguna PC gaming masih mengandalkan RTX 3060 hingga awal 2026, menjadikannya kartu grafis paling banyak digunakan di platform tersebut.
Padahal, NVIDIA sempat menghentikan produksi RTX 3060 pada 2024 dan meminta mitra AIB melakukan pemesanan terakhir. Namun, stok baru benar-benar menipis belakangan ini.
Menurut bocoran dari akun tepercaya @hongxing2020, NVIDIA telah memberi tahu mitranya bahwa produksi RTX 3060 akan dimulai kembali pada kuartal pertama 2026. GPU ini diperkirakan akan kembali mengisi pasar kelas menengah.
Alasan NVIDIA Menghidupkan GPU Lama
RTX 3060 dinilai sebagai solusi paling realistis di tengah krisis AI karena menggunakan memori GDDR6 yang lebih mudah diperoleh, serta diproduksi dengan proses Samsung 8nm yang tidak bersaing langsung dengan jalur produksi chip AI terbaru.
Selain itu, seri “60” merupakan tulang punggung pasar massal NVIDIA. Menghidupkan kembali RTX 3060 memberi ruang bagi mitra dan gamer untuk tetap mendapatkan GPU gaming dengan harga relatif lebih terjangkau.
Saat pertama dirilis, RTX 3060 dibanderol sekitar USD 329. Banyak analis menilai agar tetap relevan di 2026, GPU ini idealnya dijual di bawah USD 200. Namun, dominasi NVIDIA di pasar GPU membuat harga sangat bergantung pada kondisi pasokan, bukan usia teknologi.
Kembalinya RTX 3060 jadi simbol perubahan besar industri GPU. AI kini menjadi pusat gravitasi baru, menyerap sumber daya yang sebelumnya ditujukan untuk gamer. Bagi konsumen, era upgrade GPU setiap generasi tampaknya telah berakhir, digantikan oleh strategi bertahan dengan perangkat yang lebih efisien dan realistis.(kim)
