Home - Internasional - Natal Kembali ke Betlehem: Warga Palestina Sambut Cahaya Damai di Tengah Luka Gaza

Natal Kembali ke Betlehem: Warga Palestina Sambut Cahaya Damai di Tengah Luka Gaza

Setelah dua tahun, Betlehem kembali rayakan Natal penuh harapan. Warga Palestina bersatu di tengah luka perang Gaza dan mengirim pesan damai ke dunia.

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:12 WIB
Natal Kembali ke Betlehem: Warga Palestina Sambut Cahaya Damai di Tengah Luka Gaza
Warga Palestina datang dari seluruh Tepi Barat dan Israel untuk menghadiri perayaan di Betlehem. Foto: Al Jazeera for Hallonews

HALLONEWS.COM -Suara genderang dan alat musik tiup kembali menggema di Alun-Alun Palungan, jantung kota Betlehem, saat pasukan pramuka Palestina berbaris dengan penuh semangat di malam Natal. Pemandangan ini menjadi simbol kebangkitan setelah dua tahun lamanya kota kelahiran Yesus itu tidak merayakan Natal karena solidaritas terhadap warga Gaza.

Perayaan tahun ini tidak hanya menghadirkan sukacita religius, tetapi juga menyatukan identitas nasional dan spiritual warga Palestina. Lagu-lagu Natal berpadu dengan irama tradisional, menghadirkan suasana haru yang mengingatkan akan keteguhan iman di tengah penderitaan.

Perayaan Natal di Betlehem dihadiri oleh Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan pesan harapan yang menggema jauh melampaui batas kota.

“Dari Betlehem, saya melihat cahaya, bukan hanya cahaya matahari, tetapi cahaya yang terpancar dari wajah-wajah kalian,” ucapnya.

“Kita memilih untuk menjadi terang dunia, membawa doa dan kedamaian dari tempat ini untuk semua orang.”

Pizzaballa baru saja kembali dari Gaza, di mana ia menyaksikan kehancuran akibat perang. Namun, ia juga menemukan keteguhan hati rakyat yang tetap berjuang untuk hidup.

“Di tengah kehancuran Gaza, saya melihat semangat untuk membangun kembali. Kita akan bisa merayakan lagi di Gaza maupun di Betlehem,” ujarnya.

Sekitar 1.500 orang, baik warga lokal maupun peziarah dari berbagai negara, memadati Alun-Alun Palungan. Mereka datang dari berbagai penjuru Tepi Barat, melewati perjalanan panjang dan pos-pos pemeriksaan militer Israel.

Bagi banyak warga, perjalanan menuju perayaan ini adalah perjuangan tersendiri. “Suasananya indah tapi juga menyedihkan,” kata George Zalloum, warga Kristen dari Yerusalem Timur. “Kami bersukacita, tetapi hati kami tetap bersama saudara-saudara di Gaza.”

Hal senada disampaikan oleh Hussam Zraiqat dari Birzeit. “Perjalanan ke Betlehem sangat sulit, kami menunggu lama di pos pemeriksaan. Tapi saat tiba, semua lelah hilang. Rasanya seperti pulang ke rumah,” katanya.

Wali Kota Betlehem, Maher Canawati, menyebut bahwa Natal tahun ini membawa pesan penting bagi seluruh rakyat Palestina.

“Pesan Betlehem hari ini adalah keteguhan dan harapan bagi Gaza, bagi Palestina, dan bagi seluruh dunia,” ujarnya.

“Kami adalah bangsa yang mencintai kehidupan dan kedamaian, dan kami tak akan tercerabut dari tanah kami.”

Momen ini juga menandai kembalinya geliat ekonomi lokal. Setelah dua tahun tanpa wisatawan, hotel-hotel di Betlehem kini kembali buka dengan tingkat hunian mencapai 80 persen.

Menurut Elias al-Arja, Ketua Asosiasi Hotel Palestina, “Sekitar 8.000 tamu datang dalam dua hari terakhir, sebagian besar dari Palestina dan sebagian lainnya dari Eropa serta Amerika. Ini pertanda baik untuk kota kami.”

Para pelaku usaha lokal menyambut kembalinya para peziarah dengan hati-hati namun penuh harapan.

George Ejha, pemilik restoran St. Georges, mengatakan, “Aktivitas sudah mulai kembali, meski belum seperti dulu. Tapi ini awal yang baik.”

Sementara Jack Jaqman, pemilik toko suvenir, menegaskan bahwa kehadiran pengunjung, meskipun belum banyak, menunjukkan semangat Betlehem yang tak padam.

“Kami ingin dunia tahu, Betlehem masih hidup. Kami siap menyambut peziarah dan wisatawan lagi.” (ren)