Home - Gaya Hidup - Musim Hujan Capai Puncak Desember, Begini Cara Berkendara Aman Jelang Libur Nataru

Musim Hujan Capai Puncak Desember, Begini Cara Berkendara Aman Jelang Libur Nataru

BMKG memprediksi Desember 2025 sebagai puncak musim hujan dengan risiko banjir dan cuaca ekstrem. Simak tips berkendara aman saat hujan lebat dan kabut demi perjalanan aman selama libur Natal dan Tahun Baru.

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:09 WIB
Musim Hujan Capai Puncak Desember, Begini Cara Berkendara Aman Jelang Libur Nataru
Ilustrasi nyetir dalam hujan deras (dok Freepik)

HALLONEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Desember 2025 menjadi bagian dari puncak musim hujan di Indonesia, dengan potensi curah hujan tinggi di berbagai wilayah.

Meski Desember identik dengan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian atau mengunjungi sanak keluarga, risiko hujan lebat, banjir, serta bencana hidrometeorologi tetap perlu diwaspadai.

Untuk itu, Hallonews.com membagikan sejumlah tips berkendara aman di tengah hujan lebat dan kabut tebal agar perjalanan tetap selamat.

Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Saat hujan lebat, permukaan jalan menjadi licin sehingga jarak pengereman bertambah. Kurangi kecepatan dan jaga jarak lebih jauh dengan kendaraan di depan agar memiliki waktu yang cukup untuk bereaksi saat harus mengerem atau menghindar secara mendadak.

Nyalakan Lampu Rendah dan Wiper

Gunakan lampu rendah (headlamp) agar jalan terlihat lebih jelas dan kendaraan mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Hindari penggunaan lampu jauh karena pantulan cahaya pada tetesan hujan justru mengurangi jarak pandang.
Lampu hazard juga tidak disarankan saat kendaraan masih berjalan karena dapat membingungkan pengendara lain. Lampu hazard sebaiknya digunakan hanya saat kendaraan berhenti atau mengalami gangguan. Pastikan wiper berfungsi optimal agar kaca depan tetap bersih.

Hindari Manuver Mendadak

Pengereman keras, belokan tajam, atau akselerasi tiba-tiba dapat menyebabkan kendaraan tergelincir karena ban kehilangan daya cengkeram. Lakukan pengereman, akselerasi, dan belokan secara halus dan bertahap untuk menjaga stabilitas kendaraan.

Waspadai Hydroplaning

Hydroplaning terjadi ketika ban kehilangan kontak dengan permukaan jalan akibat genangan air. Jika hal ini terjadi, lepaskan pedal gas secara perlahan, jangan mengerem mendadak, dan kendalikan setir hingga traksi ban kembali normal.

Periksa Kondisi Kendaraan Sebelum Berangkat

Sebelum berkendara di musim hujan, pastikan:

  • Wiper, ban, dan sistem pengereman dalam kondisi baik.

  • Seluruh lampu kendaraan berfungsi normal.

  • Tekanan ban sesuai standar pabrikan.

Tips Berkendara Aman Saat Kabut Tebal

  • Gunakan lampu rendah atau lampu kabut (fog lamp) untuk membantu visibilitas. Hindari lampu jauh karena cahayanya memantul pada kabut dan mengganggu pengemudi lain.

  • Kurangi kecepatan dan tambah jarak aman, karena jarak pandang sangat terbatas.

  • Gunakan marka jalan sebagai panduan untuk tetap berada di jalur yang benar. Jangan terlalu bergantung pada lampu kendaraan di depan.

  • Hentikan kendaraan di tempat aman jika jarak pandang turun hingga sekitar 50–100 meter. Nyalakan lampu rendah atau lampu kabut agar kendaraan tetap terlihat.

Selain itu, hindari penggunaan cruise control saat hujan karena dapat mengurangi respons kendaraan di permukaan jalan licin. Jika visibilitas benar-benar buruk, lebih aman menunda perjalanan dan mencari tempat berhenti yang aman.

Berkendara saat hujan lebat dan kabut membutuhkan kesabaran, kewaspadaan ekstra, serta penyesuaian kecepatan dan manuver. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar perjalanan mudik maupun liburan Nataru berlangsung aman dan nyaman. (MSB)