MORA Resmi Merger dengan MyRepublic, Grup Sinar Mas Jadi Pengendali
MORA resmi merger dengan MyRepublic melalui PT Eka Mas Republik. Grup Sinar Mas menjadi pengendali baru, memperkuat bisnis infrastruktur dan layanan internet nasional di tengah valuasi saham yang premium.

HALLONEWS.COM – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), penyedia infrastruktur telekomunikasi, mengumumkan rencana merger (merger) dengan PT Eka Mas Republik (EMR).
EMR adalah entitas usaha milik PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), bagian dari Grup Sinar Mas yang lebih dikenal sebagai pengelola layanan internet MyRepublic.
MORA diidentifikasi sebagai entitas penerima penggabungan usaha dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Nama perusahaan akan berubah menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk setelah tindakan korporasi ini, menggabungkan dua kekuatan utama di industri infrastruktur dan layanan internet nasional.
Struktur kepemilikan saham akan sangat dipengaruhi oleh merger ini. PT Candrakarya Multikreasi memiliki kepemilikan saham MORA sebesar 35,99% sebelum penggabungan, diikuti oleh PT Gema Lintas Benua sebesar 30,18%, dan publik sebesar 33,83%.
Farida Bau, pengusaha yang memiliki sejarah panjang di bidang perbankan dan telekomunikasi, adalah penerima manfaat akhir dari saham MORA.
Karena dilusi kepemilikan yang diperkirakan mencapai 50,50% setelah merger, PT Innovate Mas Utama akan menjadi pengendali baru dengan kepemilikan sekitar 48,36%. Sementara itu, kepemilikan Candrakarya Multikreasi turun menjadi 17,81% dan kepemilikan publik turun menjadi 16,74%.
Organisasi ini berdiri sejak tahun 2000 dan memulai operasinya sebagai penyedia layanan internet (ISP) dan penyedia layanan call center.
MORA fokus pada pembangunan jaringan serat optik sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi sejak 2007. Pembangunan kabel bawah laut internasional MIC-1, yang menghubungkan Jakarta dan Singapura, memperkuat posisi perseroan di jalur utama konektivitas dunia. Ini merupakan langkah strategis untuk ekspansi.
Pemerintah memberikan kepercayaan kepada MORA untuk mengelola berbagai proyek strategis nasional, seperti Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur.
Perseroan memasuki pasar ritel melalui merek Oxygen.id dan Oxygen Home. Hingga saat ini, jaringan serat optik perusahaan telah menjangkau puluhan ribu kilometer di berbagai wilayah Indonesia, mendukung pertumbuhan bisnis digital di seluruh negeri.
Kinerja Saham Perusahaan
Saat ini, saham MORA berada di level 10.200. Pergerakan saham telah berubah 11,88% dalam satu minggu terakhir, menunjukkan ketidakpastian dalam jangka pendek.
Namun, saham ini melonjak 67,90% setiap bulan, menunjukkan sentimen pasar yang positif. Kinerjanya yang luar biasa baik dalam jangka menengah maupun panjang, dengan kenaikan 2.218,18% dalam tiga bulan, 2.107,79% dalam satu tahun, dan 705,31% dalam tiga tahun, menunjukkan minat investor yang besar terhadap industri.
Di tengah persaingan yang semakin ketat di industri internet dan infrastruktur digital, Yes Invest menganalisis
kolaborasi MORA dan MyRepublic dianggap sebagai langkah strategis yang positif. Tetapi yang perlu diperhatikan disisi lain valuasi dari perusahaan dapat dibilang sangat premium dimana PER mencapai 766 dan PBV ada di angka 31X.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)
