Home - Megapolitan - Modus Selimut Basah, Penyelundupan Benih Lobster Miliaran Rupiah Diungkap Polresta Bandara Soetta

Modus Selimut Basah, Penyelundupan Benih Lobster Miliaran Rupiah Diungkap Polresta Bandara Soetta

Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar jaringan penyelundupan benih lobster lintas negara melalui jalur udara dengan nilai mencapai Rp4,8 miliar.

Rabu, 4 Februari 2026 - 23:30 WIB
Modus Selimut Basah, Penyelundupan Benih Lobster Miliaran Rupiah Diungkap Polresta Bandara Soetta
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana saat menggelar konferensi pers pengungkapan upaya penyelundupan benih lobster melalui jalur udara. Foto: Humas Polresta Bandara Soetta for Hallonews

HALLONEWS.COM – Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar upaya penyelundupan besar-besaran benih bening lobster (BBL) yang hendak dikirim ke luar negeri melalui jalur udara.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan sebanyak 85.750 ekor BBL dengan nilai ekonomi ditaksir mencapai Rp4,8 miliar.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Wisnu Wardana, mengungkapkan para pelaku menggunakan modus baru dengan menyamarkan benih lobster hidup di dalam selimut basah untuk mengelabui pemeriksaan petugas keamanan bandara.

“Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari dua peristiwa yang saling berkaitan dan mengarah pada satu jaringan penyelundupan yang sama,” kata Wisnu dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, jalur udara dipilih para pelaku karena keterbatasan daya hidup benih lobster yang hanya mampu bertahan dalam hitungan hari.

“Ini menjadi alasan utama pelaku memilih pengiriman cepat melalui pesawat,” imbuhnya.

Wisnu menuturkan, penggagalan penyelundupan ini dilakukan melalui sinergi lintas instansi, melibatkan kepolisian, Balai Karantina, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Angkasa Pura Indonesia, serta Bea Cukai. Upaya tersebut sekaligus menyelamatkan potensi kerugian negara hingga miliaran rupiah.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, benih lobster diketahui berasal dari wilayah Bali dan Lombok, dengan tujuan akhir pengiriman ke Singapura.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga kurir berinisial DRS, H, dan HS yang berperan membawa BBL hingga masuk ke pesawat dengan modus hand carry.

Meski demikian, kepolisian menegaskan pengusutan perkara belum berhenti.

“Kami masih memburu aktor utama jaringan ini serta sejumlah pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” pungkas Wisnu. (fer)