Home - Megapolitan - Mobil MBG Tabrak Siswa SD di Cilincing: Polisi Dalami Penyebab Sopir Hilang Kendali

Mobil MBG Tabrak Siswa SD di Cilincing: Polisi Dalami Penyebab Sopir Hilang Kendali

Insiden kecelakaan di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis pagi, yang melibatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:27 WIB
Mobil MBG Tabrak Siswa SD di Cilincing: Polisi Dalami Penyebab Sopir Hilang Kendali
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerjunkan Gugus Tugas untuk memulihkan kondisi sekolah dan memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak korban kecelakaan. Foto tangkapan layar HALLONEWS.COM

HALLONEWS.COM – Insiden kecelakaan di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis pagi, yang melibatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.

Mobil tersebut mendadak masuk ke halaman sekolah dan menabrak puluhan siswa serta seorang guru yang tengah beraktivitas di lapangan. Hingga Kamis siang, tercatat 19 siswa dan satu guru dirawat di RSUD Cilincing dan RS Koja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa sopir telah diamankan dan sedang diperiksa oleh penyidik Polres Metro Jakarta Utara. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, turut meninjau lokasi untuk mendata korban dan mengumpulkan bukti.

Siswa SD Clincing
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerjunkan Gugus Tugas untuk memulihkan kondisi sekolah dan memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak korban kecelakaan. Foto tangkapan layar HALLONEWS.COM

“Untuk sopir sudah diamankan. Prioritas utama adalah membawa para korban ke rumah sakit untuk penanganan medis,” kata Budi.

Penyidik masih menelusuri kronologi insiden untuk memastikan apakah kecelakaan terjadi akibat kelalaian sopir, salah menginjak pedal, atau adanya faktor teknis pada kendaraan. Pemeriksaan saksi dan pengecekan kondisi mobil masih berlangsung.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa tidak ada korban meninggal. “Sebanyak 19 korban dirawat di dua rumah sakit,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menerjunkan Gugus Tugas untuk memulihkan kondisi sekolah serta memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak yang terdampak. Penyidikan masih berlanjut, dan hasilnya akan diumumkan setelah pemeriksaan saksi serta analisis teknis selesai. (MSB)