Misi “Sapu Bersih” Berhasil, 10 Korban Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung Ditemukan
Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah tujuh hari pencarian intensif.

HALLONEWS.COM – Pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi berakhir.
Tim SAR gabungan memastikan seluruh 10 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah operasi pencarian selama tujuh hari.
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi mengatakan, dua jenazah terakhir ditemukan pada hari ketujuh pencarian. Penemuan pertama terjadi pada pukul 08.33 WITA, disusul penemuan paket jenazah kedua sekitar pukul 09.16 WITA.
Dengan temuan tersebut, seluruh korban dinyatakan lengkap.
“Alhamdulillah, di hari ketujuh ini semua korban berhasil ditemukan. Hari ini kami menggunakan sandi ‘sapu bersih’ dan berjalan lancar,” ujar Dody di Posko SAR Gabungan Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Jumat (23/1/2026).
Operasi SAR menghadapi medan ekstrem dengan jurang curam dan hutan lebat. Sejak hari pertama, tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan bekerja secara bertahap untuk mengevakuasi para korban dari berbagai titik di lereng gunung.
Korban pertama ditemukan pada Minggu (18/1/2026) di jurang sedalam 200 meter dan teridentifikasi sebagai Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sehari kemudian, tim menemukan seorang pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (33) di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter.
Hari berikutnya, tim SAR menemukan sejumlah korban lain di lokasi yang saling berdekatan. Sebagian jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar dan Lanud Hasanuddin untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI Polri.
Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa satu korban terakhir ditemukan di jurang dalam kondisi tidak utuh dan tengah dievakuasi.
Dia berharap seluruh proses pengangkatan dan pemindahan jenazah dapat diselesaikan dalam hari yang sama.
“Dengan ditemukannya korban terakhir, fokus kami adalah memastikan seluruh jenazah bisa dievakuasi dengan aman dan diserahkan ke tim identifikasi,” kata Syafii. (min)
