Home - Megapolitan - Meski Didiagnosis Down Syndrome, Khalish Buktikan Karyanya Bisa Dikagumi Tokoh Nasional

Meski Didiagnosis Down Syndrome, Khalish Buktikan Karyanya Bisa Dikagumi Tokoh Nasional

Kisah inspiratif Muhammad Khalish Juliano, pelukis muda dengan Down Syndrome yang karyanya dipamerkan secara nasional dan diminati tokoh penting Indonesia.

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:30 WIB
Meski Didiagnosis Down Syndrome, Khalish Buktikan Karyanya Bisa Dikagumi Tokoh Nasional
Khalish bersama Titiek Soeharto yang membeli karyanya "Lawang Sewu". Foto: Dok Khalish for Hallonews

HALLONEWS.COM – Warna-warni itu terasa begitu nyata, seolah ada kekuatan yang menarik pandangan. Ada sesuatu terasa memukau, bukankah talenta apik Khalish harus diketahui oleh dunia?

“Pada saat lahir dan didiagnosa bahwa ia mengalami down sindrom. Saya berpikir keras, bagaimana caranya agar Khalish bisa hidup mandiri? Satu-satunya cara saya harus mengetahui potensinya,” ujar Triyono, ayah Khalish memulai percakapan.

Muhammad Khalish Juliano atau kerap disapa dengan Khalish. Pria kelahiran Jakarta, 15 Juli 2002. Usianya sekarang 22 tahun dan merupakan anak ke-2 dari 2 bersaudara.

Khalish menempuh pendidikan SD di SUN Homeschooling, SMP hingga SMA di INRII Homeschooling dan kini ia sedang melaksanakan studi di ABAK Academy, serta merencanakan melanjutkan studi art science di London School of Arts.

Berawal dari sketsa hantu pada saat kelas 6 SD, keinginan melukis terbangunkan dalam dirinya.

Saat berusia 16 tahun, ia bergabung dengan Allatif Art Club untuk mendalami seni melukis. Mempelajari teori warna, sketsa dasar, dan pecampuran warna.

Khalish2
Khalish di Pameran Artibilitas: Semesta Art Gallery di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Foto: Dok Khalish for Hallonews

Kekagumannya pada Sarnadi Adam (Maestro Pelukis Betawi), Allatif (pemilik Allatif Art Club), Affandi, Raden Saleh, I Nyoman Nuarta, dan Basuki Abdullah merupakan tokoh seniman lukis telah menginspirasi dirinya untuk terus menggeluti dunia seni lukis.

Kini setelah beberapa tahun berlatih dan berkiprah di dunia seni lukis, jari-jarinya kian lincah menjalankan sapuan kuasnya hingga mampu menghasilkan warna dashyat di tiap goresannya.

Kesukaan Khalish pada suasana alam dan bangunan di suatu kota menjadikannya gemar melukis pemandangan alam. Ciri khas ini pula yang membuat lukisan dengan gaya pewarnaannya yang khas menjadikan lukisannya tentang langit dan laut yang terasa lebih hidup.

Ada satu kebiasaan unik Khalish juga ketika dia mulai melukis, yaitu dia kerap menggunakan pakaian adat daerah ketika sedang melukis pemandangan di daerah itu.

Misalnya saat di Bali, ia menggunakan pakaian adat Bali sambil memutar lagu daerah supaya mendalami impresi saat melukis.

Dia juga gemar menghabiskan waktu dua hingga tiga jam, hanya untuk melukis langsung di lokasi yang hendak dilukisnya.

Khalish3
Khalish bersama Kak Seto.
Foto: Dok Khalish for Hallonews

Tak Sekadar Koleksi Pribadi

Dalam perjalanannya, karya-karya Khalish bukan sekadar menjadi koleksi pribadi di lemarinya.

Khalish pun mulai berani mengekspose karyanya untuk tampil di berbagai pameran seni rupa dan hebatnya, karya-karya Khalish berhasil ternyata menarik atensi dari tokoh penting di Indonesia.

Pertama, pada 29 September 2017, lukisan Lawang Sewu hasil karyanya dibeli oleh Ibu Titiek Soeharto.

Tak hanya sampai di situ, pada 25 Januari 2023, tiga lukisan karya Khalish berhasil terlelang dalam acara Special Olympics Indonesia (SOIna).

Desember 2023, Khalish kembali berpartisipasi pada pameran Artibilitas: Semesta Art Gallery di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Khalish juga ikut serta dalam pameran Keprawirotaman #4: Good Idea di Greenhost Boutique di Yogyakarta dan menampilkan lukisan jalan Malioboro dan Wayang kulit pada Februari 2025.

“Tuhan yang kasih ini, saya hanya harus jalankan amanah,” ujar Khalish dalam sebuah kesempatan.

Anugerah yang diberikan oleh Tuhan ia kembangkan seoptimal mungkin dan tiap karunia diwujudkan dengan segenap hati. Khalish pun berhasil menunjukkan kemegahan karyanya pada khalayak.

Kisahnya membuktikan bahwa semua impian bisa diwujudkan meski seseorang memiliki kelemahan, asalkan jangan pernah menyerah dan meremehkan proses. (Amelia Indriani)