Menuju 100 Persen Layanan Air Perpipaan, PAM JAYA Bangun Pusat Edukasi Air
Pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA dinilai menjadi bagian penting dari upaya mencapai target 100 persen layanan air minum perpipaan di Jakarta pada 2029.

HALLONEWS.COM– Pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA dinilai menjadi bagian penting dari upaya mencapai target 100 persen layanan air minum perpipaan di Jakarta pada 2029.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong perusahaan daerah tersebut untuk terus berkembang sebagai badan usaha yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Kondisi PAM JAYA saat ini tergolong sehat dan memiliki fondasi yang kuat untuk meningkatkan kualitas layanan air minum perpipaan,” katanya kepada wartawan Jumat (9/1/2026).
Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan air yang berkelanjutan di wilayah perkotaan.
Senada dengan itu, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengataka pembangunan Gedung Sentra Pelayanan ini sejalan dengan implementasi Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 48 Tahun 2025, yang menargetkan cakupan layanan air minum perpipaan sebesar 100 persen pada 2029.
“Proyek tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi PAM JAYA sebagai operator tunggal layanan air minum di Jakarta,” ujarnya.
Lanjutnya, salah satu fungsi utama gedung ini adalah sebagai Pusat Edukasi Air. Fasilitas tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai siklus air, manfaat penggunaan air minum perpipaan, pentingnya konservasi air, serta upaya mengurangi ketergantungan terhadap air tanah demi menjaga keberlanjutan lingkungan kota.
“Melalui pusat edukasi tersebut, PAM JAYA berupaya menghadirkan pendekatan pembelajaran yang informatif sekaligus menarik, sehingga dapat menjadi tujuan edukasi bagi pelajar, komunitas, maupun masyarakat umum,” ucapnya.
Menurutnya, edukasi ini diharapkan mampu membangun kesadaran bersama bahwa keberlanjutan layanan air tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada perubahan perilaku dan partisipasi aktif warga.
Selain berfungsi sebagai pusat edukasi, Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA juga dirancang sebagai pusat layanan terpadu.
Di dalamnya akan terintegrasi sistem pelayanan pelanggan, call center, koordinasi lintas divisi, serta fungsi pengawasan dan pengendalian mutu layanan.
“Keberadaan War Room dan Command Center memungkinkan pemantauan operasional dilakukan secara terpusat dan real time,” jelasnya.
Tak hanya itu, gedung ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang kerja terpadu, function room, hingga sport center, yang disiapkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan produktif bagi pegawai.
“Gedung ini juga akan menjadi ruang tatap muka bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, edukasi, serta konsultasi langsung terkait layanan air minum perpipaan,” kata dia.
Dari sisi arsitektur, gedung tersebut mengusung konsep Urban Water Falling yang merepresentasikan aliran air layaknya air terjun di alam terbuka.
“Pemanfaatan cahaya alami melalui penggunaan material kaca secara maksimal tidak hanya mencerminkan prinsip transparansi layanan, tetapi juga mendukung efisiensi energi,” ungkapnya.
Arief menambahkan, Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA direncanakan dibangun setinggi 11 lantai dengan satu lantai basement, memiliki luas bangunan sekitar 18.853,80 meter persegi, dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 590 hari.
Melalui pembangunan Gedung Sentra Pelayanan yang dilengkapi Pusat Edukasi Air, PAM JAYA menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan air yang andal secara teknis sekaligus kuat dari sisi kesadaran publik.
“Dengan sinergi antara infrastruktur, teknologi, dan edukasi, PAM JAYA optimistis dapat menyediakan layanan air minum perpipaan yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan warga Jakarta,” pungkasnya. (ALS)
