Mentan Amran Murka! 133 Ton Bawang Bombai Berpenyakit Masuk RI, Petani Terancam
Mentan Amran Sulaiman geram setelah 133,5 ton bawang bombay ilegal berpenyakit diselundupkan ke Indonesia. Ancaman serius bagi petani dan ketahanan pangan nasional.

HALLONEWS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan sikap keras terhadap praktik penyelundupan pangan setelah ditemukan 133,5 ton bawang bombai ilegal yang masuk ke Indonesia tanpa izin resmi.
Temuan ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi membawa penyakit yang dapat merusak ekosistem pertanian nasional.
Mentan Amran turun langsung ke Semarang untuk memeriksa ribuan karung bawang bombai tersebut. Ia menegaskan bahwa komoditas ilegal itu tidak dilengkapi dokumen impor, tidak memenuhi kewajiban perpajakan, serta diduga membawa bakteri berbahaya yang mengancam tanaman lokal.
Menurut Amran, praktik penyelundupan pangan bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan kejahatan serius yang berdampak luas. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini hingga ke akar dan memberikan sanksi tegas agar menimbulkan efek jera.
“Ini bukan soal jumlah. Satu kilo atau ribuan ton sama bahayanya kalau membawa penyakit. Dampaknya bisa merusak semangat dan kepercayaan petani,” tegas Amran, Sabtu (10/1/2026).
Barang bukti yang diamankan mencapai 6.172 karung bawang bombai. Meski demikian, Mentan menilai ancaman terbesar bukan pada volume, melainkan risiko biologis dan dampak psikologis yang dapat melemahkan ketahanan pangan nasional.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki jutaan petani dan peternak yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Masuknya pangan ilegal dinilai berpotensi menghancurkan keseimbangan produksi dan merugikan pelaku usaha tani yang patuh aturan.
Indonesia, lanjut Amran, saat ini telah mencapai swasembada beras dan tengah memperkuat produksi komoditas strategis lainnya. Karena itu, pengawasan terhadap bawang, beras, gula, pupuk, hingga alat mesin pertanian akan diperketat.
“Kami tidak akan beri ruang bagi mafia pangan. Semua laporan akan kami tindaklanjuti. Dalam waktu dekat, satu per satu akan dibongkar,” pungkasnya. (min)
