Mental Juara AC Milan Teruji di Kandang Como, Rabiot Jadi Pahlawan
AC Milan bangkit dari tekanan, membalikkan keadaan dan menaklukkan Como 3-1. Penalti Nkunku dan dua gol Adrien Rabiot jadi kunci kemenangan Rossoneri.

HALLONEWS.COM — AC Milan kembali menunjukkan karakter tim penantang Scudetto. Meski tampil di bawah tekanan hampir sepanjang laga, Rossoneri sukses membalikkan keadaan dan menaklukkan Como 3-1 pada lanjutan Liga Italia di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat (16/1/2026) dini hari.
Kemenangan ini bukan sekadar membuat Milan meraih tiga poin, melainkan bukti kekuatan mental Milan saat berada di situasi paling sulit.
Milan mengawali pertandingan dengan performa yang jauh dari kata ideal. Como tampil agresif dan percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri. Tekanan tuan rumah berbuah gol cepat pada menit ke-10 melalui sundulan Marc-Oliver Kempf, memanfaatkan kelengahan lini belakang Milan.
Setelah unggul, Como semakin berani menekan dan nyaris menggandakan skor lewat peluang Lucas Da Cunha, andai saja tidak digagalkan penyelamatan gemilang Mike Maignan.
Rossoneri tampak kehilangan ritme permainan. Kombinasi empat gelandang yang dipasang Massimiliano Allegri belum mampu meredam serangan balik cepat Como. Milan bahkan terlihat rapuh saat menghadapi transisi lawan, sebuah situasi yang diakui Allegri sebagai momen tersulit timnya pada laga tersebut.
Namun, di tengah tekanan, Milan mendapatkan momentum krusial. Adrien Rabiot dilanggar Kempf di kotak penalti pada masa injury time babak pertama. Christopher Nkunku yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gol tersebut menjadi titik balik psikologis yang mengubah wajah permainan Milan.
Memasuki babak kedua, Rossoneri tampil dengan energi berbeda. Intensitas meningkat, garis pertahanan lebih rapat, dan tekanan terhadap Como semakin konsisten. Hasilnya terlihat pada menit ke-55 ketika Rabiot mencetak gol pertamanya dengan memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Milan berbalik unggul dan perlahan mengendalikan jalannya laga.
Como sempat berusaha bangkit. Peluang emas Nico Paz yang membentur mistar gawang nyaris membuat skor kembali imbang. Namun, lagi-lagi Maignan tampil sebagai tembok terakhir yang menjaga keunggulan Milan.
Saat Como mulai kehabisan tenaga, Milan memukul telak lewat gol kedua Rabiot pada menit ke-88. Tendangan jarak jauh gelandang asal Prancis itu memastikan kemenangan 3-1 sekaligus menobatkannya sebagai pahlawan tak terduga Rossoneri.
Usai laga, Allegri mengakui timnya melewati malam yang sangat sulit. Ia menilai keberhasilan Milan bukan hanya soal taktik, tetapi juga ketahanan mental dan kedewasaan bermain setelah tertinggal lebih dulu.
“Kami bermain bagus dan juga beruntung bisa menyamakan kedudukan melalui penalti, tetapi kemudian jalannya pertandingan berubah total setelah babak kedua dimulai,” tutur Allegri.
Perubahan formasi menjadi lebih ofensif di awal babak kedua disebut sebagai keputusan kunci sebelum kembali ke skema awal saat keunggulan berhasil diamankan.
Kemenangan ini membuat Milan tetap kokoh di posisi kedua klasemen Liga Italia dengan 43 poin dari 20 pertandingan, hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen Inter. Catatan ini semakin istimewa karena Milan baru sekali kalah sepanjang musim, sebuah konsistensi yang terakhir kali mereka raih pada era kejayaan sebelumnya.
Bagi Como, kekalahan ini menghentikan laju impresif mereka di kandang sendiri. Sementara bagi Milan, hasil ini menjadi pesan tegas: mereka bukan hanya kuat saat dominan, tetapi juga berbahaya ketika tertekan. (wib)
