Home - Olahraga - Mengejutkan, Emma Raducanu Disingkirkan Petenis 200 Dunia di Hobart lnternasional

Mengejutkan, Emma Raducanu Disingkirkan Petenis 200 Dunia di Hobart lnternasional

Kekalahan mengejutkan Emma Raducanu di Hobart International menjadi alarm serius jelang Australian Open, di tengah tantangan konsistensi dan potensi duel dengan Aryna Sabalenka.

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:00 WIB
Mengejutkan, Emma Raducanu Disingkirkan Petenis 200 Dunia di Hobart lnternasional
Petenis nomor satu Inggris Emma Raducanu disingkirkan Taylah Preston, pemain Australia berperingkat 204 dunia di Hobart lnternasional. (IG Emma Raducanu)

HALLONEWS.COM – Kekalahan mengejutkan Emma Raducanu di perempat final Hobart International menjadi sinyal peringatan serius jelang Australian Open 2026.

Petenis nomor satu Inggris itu harus mengakui keunggulan Taylah Preston, pemain Australia berperingkat 204 dunia, lewat dua set langsung 6-2, 6-4.

Hasil ini bukan sekadar tersingkir dari turnamen pemanasan, melainkan kembali membuka pertanyaan lama soal konsistensi dan kesiapan mental Raducanu menghadapi tekanan Grand Slam.

Apalagi, ini merupakan kali kedua Raducanu tumbang dari pemain di luar 200 besar peringkat dunia, sebuah catatan yang jarang dialami petenis papan atas lainnya.

Raducanu sebenarnya memulai laga dengan cukup menjanjikan. Ia mematahkan servis Preston di gim pembuka dan tampak menguasai tempo. Namun momentum berubah drastis ketika hujan menghentikan pertandingan selama hampir satu jam.

Setelah jeda, Preston tampil lebih berani, agresif, dan mampu memanfaatkan celah permainan Raducanu yang mulai goyah.

Di set kedua, Raducanu sempat bangkit dan kembali unggul lebih dulu. Sayangnya, ketidakstabilan servis kembali menghantui.

Pada kedudukan 4-4, ia kehilangan keunggulan krusial sebelum Preston menutup pertandingan dan mencatat kemenangan terbesar dalam kariernya.

“Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Bisa menang di sini dan bermain di depan publik sendiri rasanya luar biasa,” ujar Preston seperti dikutip Sky Sport, Kamis (15/1/2026).

Bagi Raducanu, kekalahan ini datang di waktu yang kurang ideal. Australian Open akan dimulai akhir pekan ini, dan petenis berusia 22 tahun itu sudah menanti jalur undian yang tidak mudah.

Sebagai unggulan ke-28, ia akan menghadapi Mananchaya Sawangkaew dari Thailand di babak pertama. Jika lolos, tantangan lebih berat menanti, termasuk potensi pertemuan dengan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di babak ketiga.

Sabalenka sendiri tengah memburu gelar Australian Open ketiganya secara beruntun dan diprediksi menjadi batu sandungan besar bagi Raducanu, seperti yang terjadi di Wimbledon tahun lalu.

Kekalahan di Hobart bisa menjadi dua sisi mata uang bagi Raducanu. Di satu sisi, ini berpotensi mengguncang kepercayaan diri. Namun di sisi lain, hasil ini bisa menjadi alarm dini untuk segera memperbaiki fokus, konsistensi, dan pengambilan keputusan di momen-momen krusial. (wib)