Mendikdasmen Resmikan 78 Sekolah di Garut, Revitalisasi Pendidikan Tembus 95 Persen!
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan 20 SD, 31 SMP, dan 27 satuan pendidikan vokasi PKPLK di Garut. Program revitalisasi sekolah capai progres 95 persen.

HALLONEWS.COM – Upaya percepatan peningkatan mutu pendidikan nasional terus digencarkan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 78 satuan pendidikan hasil revitalisasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).
Peresmian tersebut mencakup 20 Sekolah Dasar (SD), 31 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 27 satuan pendidikan vokasi, pendidikan khusus, dan pendidikan layanan khusus (PKPLK).
Peresmian dipusatkan di SMK Ciledug Al Musaddadiyah, Garut, yang juga menjadi salah satu penerima manfaat program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025.
Program ini merupakan bagian dari agenda prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Revitalisasi satuan pendidikan adalah langkah strategis untuk melakukan transformasi pendidikan dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Revitalisasi Sekolah Capai Progres 95 Persen
Menteri Mu’ti menjelaskan, pelaksanaan revitalisasi tahun 2025 dilakukan dengan skema swakelola, yang dinilai lebih efisien, tepat waktu, dan akuntabel. Dari total 16.171 satuan pendidikan penerima manfaat secara nasional, progres pembangunan telah mencapai 95 persen.
“Selain kualitas bangunan yang lebih baik, sistem swakelola juga mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan perekonomian daerah,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak merupakan salah satu indikator penting dalam menciptakan pendidikan unggul dan berkeadilan.
Abdul Mu’ti juga menyoroti potensi kewirausahaan Kabupaten Garut yang dinilai tinggi. Karena itu, penguatan peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi fokus ke depan.
“Kami merancang pengembangan SMK empat tahun, SMK berbasis keunggulan lokal, sertifikasi kompetensi, hingga penyiapan lulusan untuk bekerja di luar negeri,” jelasnya.
Sejumlah kepala satuan pendidikan penerima revitalisasi mengungkapkan dampak positif program tersebut. Kepala SLB Negeri B Garut, Nia Suniawati, menyebut revitalisasi sebagai penantian panjang yang akhirnya terwujud, terutama untuk ruang administrasi dan ruang kelas.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Pasanggrahan Sukawening, Ai Mulyani, mengatakan revitalisasi toilet dan ruang UKS membuat lingkungan sekolah lebih sehat dan nyaman bagi siswa.
“Dulu toiletnya kurang layak, sekarang bersih dan sangat representatif,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala PKBM An Nabawi Garut, Kokoy Rokayah, yang menyebut revitalisasi sebagai “mimpi yang menjadi kenyataan” bagi warga belajar pendidikan nonformal.
SMK Ciledug Terima Revitalisasi Rp1,5 Miliar
Sebagai tuan rumah peresmian, Kepala SMK Ciledug Al Musaddadiyah, M. Nasrullah Ramdhani, mengungkapkan sekolahnya menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,5 miliar pada 2025, meliputi pembangunan laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang kelas baru, dan toilet.
“Bantuan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk meningkatkan prestasi dan kualitas lulusan,” katanya.
Komitmen Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Peresmian puluhan sekolah di Garut ini menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ke depan, program revitalisasi satuan pendidikan akan terus diperluas agar semakin banyak peserta didik di berbagai daerah Indonesia memperoleh akses pendidikan yang layak, relevan, dan berdaya saing.(ver)
