Home - Megapolitan - Mencekam! Pompa Pengendali Banjir Bekasi Terbakar saat Wali Kota Sidak

Mencekam! Pompa Pengendali Banjir Bekasi Terbakar saat Wali Kota Sidak

Insiden mencekam terjadi di Polder Kalimati Bekasi. Pompa banjir terbakar saat Wali Kota Tri Adhianto berada di lokasi peninjauan.

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:31 WIB
Mencekam! Pompa Pengendali Banjir Bekasi Terbakar saat Wali Kota Sidak
Petugas berjibaku memadamkan kebakaran pompa Polder Kalimati di Rawalumbu, Kota Bekasi. Foto/Hallonews

HALLONEWS.COM – Upaya menahan laju banjir di Kota Bekasi nyaris berujung petaka. Salah satu pompa utama di Polder Kalimati, Kecamatan Rawalumbu, tiba-tiba terbakar saat Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berada di lokasi, Kamis (29/1/2026).

Insiden itu terjadi ketika sistem pompa tengah bekerja keras menyedot genangan air yang terus meningkat akibat hujan deras dan kiriman dari wilayah hulu. Api muncul dari salah satu pipa pompa yang beroperasi tanpa henti sejak dini hari, memicu kepanikan di ruang mesin.

Petugas di lokasi bergerak cepat. Dengan alat pemadam api ringan (APAR), api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke peralatan lain. Tidak ada korban jiwa, namun satu unit pompa dipastikan lumpuh dan tak bisa lagi digunakan hari itu.

Tri Adhianto terlihat keluar dari ruang pompa sesaat setelah kejadian. Ia langsung mengingatkan petugas agar tetap waspada, menyadari bahwa kondisi lapangan masih jauh dari aman.

“Pompa ini baru kita nyalakan sejak jam 02.00 WIB. Kurang lebih jam 10.00 WIB dinyalakan terus-menerus, lalu meledak. Hari ini satu unit tidak bisa digunakan,” kata Tri kepada wartawan di lokasi, Kamis (29/1/2026).

Peninjauan tersebut sejatinya dilakukan untuk memastikan seluruh sistem pengendali banjir berfungsi optimal. Namun kebakaran itu justru menjadi gambaran nyata beratnya beban infrastruktur banjir Kota Bekasi yang dipaksa bekerja di luar kapasitas normal.

Informasi awal menyebutkan kebakaran dipicu oleh overheat akibat pengoperasian nonstop. Sejak malam sebelumnya, pompa di Polder Kalimati terus dipacu menyusul tingginya debit air di kawasan Rawalumbu dan sekitarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Bekasi belum merinci estimasi kerusakan maupun dampaknya terhadap keseluruhan sistem polder. Petugas masih melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan keamanan operasional pompa lainnya.

Insiden ini terjadi di tengah status siaga banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat 6 wilayah terpantau terdampak genangan, diperparah hujan deras sejak Rabu (28/1) malam dan kiriman air dari Bogor.

Pemerintah Kota Bekasi pun bergerak cepat. Tri Adhianto menegaskan telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk memastikan proses penyedotan air tetap berjalan.

Langkah darurat yang ditempuh antara lain: penyediaan satu unit pompa portable tambahan dari BBWSCC, penyiaagaan kendaraan operasional di lokasi terdampak dan perbaikan segera unit pompa yang rusak

“Kalau ini tidak kita bantu, dampaknya bisa luar biasa. Karena itu kita bergerak cepat, kita kombinasi dengan BBWSCC,” tegas Tri.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto membenarkan bahwa kerusakan dipicu panas berlebih akibat beban kerja ekstrem.
“Pompa dinyalakan sejak kemarin malam karena hujan di Kalimati cukup tinggi. Karena situasi mendesak, kita pompa terus,” ujarnya.

DBMSDA memastikan perbaikan dilakukan secepatnya agar pompa dapat kembali beroperasi untuk mengantisipasi banjir susulan. Sementara itu, warga yang tinggal di bantaran kali diimbau tetap siaga, mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi kiriman air belum mereda. (dul)