Makna Upacara Hanukkah yang Jadi Tragedi Berdarah di Pantai Bondi Australia
Upacara Hanukkah, Festival Cahaya umat Yahudi yang sarat makna kemanusiaan di tengah Tragedi penembakan Pantai Bondi, Australia.

HALLONEWS.COM – Peristiwa penembakan di kawasan wisata Pantai Bondi, Australia mengguncang negeri kangguru dan komunitas internasional. Lokasi yang selama ini identik dengan keceriaan, kebebasan, dan keberagaman, berubah jadi simbol duka akibat kekerasan senjata.
Tragisnya ini terjadi ketika sejumlah warga Yahudi yang tinggal di Australia sedang merayakan Upacara Hanukkah. Apakah makna upacara yang kemudian menjadi tragedi berdarah tersebut.
Hanukkah sendiri dikenal sebagai Festival Cahaya dalam Tradisi Yahudi. Hanukkah merupakan hari raya keagamaan umat Yahudi yang diperingati selama delapan hari.
Perayaan Hanukkah dikenal luas sebagai Festival Cahaya, yang berakar dari kisah keajaiban minyak di Bait Suci Yerusalem lebih dari dua ribu tahun lalu.
Dalam upacara Hanukkah, umat Yahudi biasanya akan menyalakan menorah (hanukkiah) setiap malam sambil melantunkan doa syukur, serta merayakannya bersama keluarga. Cahaya lilin Hanukkah menjadi simbol harapan, keteguhan iman, dan kemenangan cahaya atas kegelapan.
Dalam kegiatan penyalaan lilin itu, biasanya mereka menyiapkan 9 buah lilin Menorah dimana delapan lilin dinyalakan untuk hari Hanukkah dan satu lilin tambahan (shamash). Setiap malam, satu lilin tambahan dinyalakan sebagai simbol bertambahnya cahaya dan harapan.
Secara historis, Hanukkah memperingati kemenangan kaum Makabe melawan penindasan dan pemaksaan identitas. Namun dalam konteks modern, maknanya meluas menjadi simbol perlawanan terhadap kekerasan, kebencian, dan penindasan, serta penegasan nilai kemanusiaan.
Nilai-nilai dalam ritual Hanukkah kini seperti kembali relevan ketika dunia dikejutkan oleh tragedi penembakan di Pantai Bondi, Australia yang menewaskan puluhan warga sipil tak bersalah.
Dalam situasi seperti ini, nilai Hanukkah menjadi refleksi moral bahwa cahaya kecil dapat melawan kegelapan yang besar, keberanian warga sipil dapat menghentikan aksis teror dan yang paling penting akan menumbuhkan solidaritas lintas iman dan budaya
Sebuah tindakan heroik seorang warga yang melumpuhkan pelaku di Pantai Bondi juga mengingatkan kita pada pesan Hanukkah bahwa kejahatan dapat dihentikan asalkan ada keberanian dari manusia biasa yang mungkin dipandang sebelah mata.
Jadi perayaan Hanukkah yang berubah jadi tragedi ini bisa jadi momentum doa bersama bagi para korban kekerasan dan seruan perdamaian. Tragedi Pantai Bondi memperkuat urgensi dialog lintas agama dan budaya, bahwa ritual keagamaan bukan sekadar simbol identitas, melainkan sumber nilai universal untuk melawan kebencian. (w-2/dari berbagai sumber)
