Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera, Begini Pesan Menteri Imipas
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, melepas bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Jumat (5/12/2025).

HALLONEWS.COM- Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, melepas bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Jumat (5/12/2025).
“Bantuan tersebut dikirim sebagai respons cepat pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi di tengah situasi darurat,” katanya dalam keterangan dikutip pada Sabtu (6/12/2025).
Menurutnya, aksi solidaritas bertajuk Imipas Peduli ini berhasil menghimpun berbagai kebutuhan pokok, mulai dari 20 ton beras, 1.500 pasang pakaian dalam wanita, 3.120 pembalut, 3.000 popok anak, 9.200 kaleng susu, 2.660 kaleng sarden, 1.000 dus mi instan, hingga 2.000 kaleng biskuit.
“Seluruh bantuan akan didistribusikan secara terkoordinasi agar tepat sasaran dan menjangkau masyarakat serta keluarga pegawai yang turut menjadi korban bencana,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata saat masyarakat menghadapi situasi darurat.
Lanjutnya, bantuan kemanusiaan menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga di daerah rawan bencana.
“Sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden, kita semua memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu saudara-saudara kita yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan bantuan,” tukasnya.
“Untuk memastikan proses pengiriman berjalan aman dan terstruktur, Kementerian Imipas menggandeng TNI Angkatan Laut,” tambahnya.
Ia menambahkan, seluruh bantuan logistik selanjutnya diserahkan ke Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok dan diberangkatkan menggunakan KRI Banda Aceh 593 menuju wilayah terdampak.
Selain itu, melalui aksi kemanusiaan ini, Kemenimipas menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat di masa sulit.
“Bantuan logistik diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan, memulihkan stabilitas kehidupan warga, dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah tantangan bencana alam,” pungkasnya. (ALS)
