Home - Ekonomi & Bisnis - Langkah Berani TPIA Akuisisi SPBU Esso Singapura, Akankah Berdampak ke Saham?

Langkah Berani TPIA Akuisisi SPBU Esso Singapura, Akankah Berdampak ke Saham?

Chandra Asri resmi mengakuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura. Ekspansi bisnis energi berlanjut, bagaimana dampaknya ke saham TPIA?

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:00 WIB
Langkah Berani TPIA Akuisisi SPBU Esso Singapura, Akankah Berdampak ke Saham?
Pabrik Chandra Asri. (Dok TPIA)

HALLONEWS.COM – PT Chandra Asri Pacific Tbk, juga dikenal sebagai Chandra Asri Group, secara resmi mengumumkan akuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Singapura bermerek Esso.

Setelah semua persetujuan regulasi dan ketentuan penutupan transaksi selesai, penyelesaian transaksi diumumkan pada 1 Januari 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana masa depan Chandra Asri Group untuk membangun platform infrastruktur energi yang tangguh dan terintegrasi di wilayah Asia Tenggara. Diperkirakan bahwa pembelian jaringan SPBU Esso Singapura akan memperluas eksposur perusahaan ke sektor hilir energi dan memperluas model bisnisnya di luar petrokimia inti.

Menurut manajemen Chandra Asri, perusahaan akan terus mengejar peluang pertumbuhan yang sesuai dengan visi jangka panjangnya, dengan fokus pada penciptaan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan. Diharapkan bahwa akuisisi ini akan memberikan dasar untuk pengembangan perusahaan energi terintegrasi yang lebih luas di masa mendatang.

Tentang Perusahaan

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk adalah perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia dan satu-satunya yang mengoperasikan fasilitas Naphtha Cracker. Kompleks petrokimia perusahaan terletak di Banten dan memiliki teknologi dan fasilitas pendukung berstandar global.

Olefin (etilen, propilen, py-gas, dan campuran C4), poliolefin (polietilen dan polipropilen), monomer stirena, butadiena, dan penyewaan tangki dan dermaga adalah bisnis utama perusahaan. Produk yang dibuat terdiri dari monomer, polyethylene (PE), dan polypropylene (PP), dengan merek terkenal seperti Asrene dan Trilene.

Selain itu, Chandra Asri juga memproduksi berbagai produk turunan seperti polistirena, EPS, SBR, ABS, SAN, serta resin poliester tak jenuh, yang digunakan secara luas di berbagai sektor industri.

Saham TPIA terakhir diperdagangkan di level Rp7.000 per saham. Dalam jangka pendek, pergerakan saham cenderung terbatas dengan kinerja mingguan stagnan 0,00%, sementara secara bulanan terkoreksi -5,41% dan dalam tiga bulan terakhir turun -10,26%. Secara tahunan, saham TPIA masih mencatatkan penurunan -4,11%.

Namun dalam perspektif jangka panjang, kinerja saham TPIA masih menunjukkan performa yang kuat dengan kenaikan 171,32% dalam tiga tahun dan 230,03% dalam lima tahun, mencerminkan apresiasi signifikan pasar terhadap transformasi dan ekspansi bisnis Perseroan.

Analisis Yes Invest

Emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu ini secara konsisten menunjukkan agresivitas dalam melakukan akuisisi guna memperluas skala dan cakupan bisnis. Akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura menjadi sinyal lanjutan dari strategi ekspansi tersebut, meskipun masih diperlukan informasi lebih lanjut terkait dampak finansial langsung terhadap laba dan pendapatan Perseroan.

Dari sisi teknikal, saham TPIA saat ini berada dalam fase sideways, dengan harga bergerak di sekitar area EMA 20 pada level Rp7.000. Support terdekat berada di kisaran Rp6.825, sementara resistance berada di sekitar Rp7.650. Indikator stochastic oscillator menunjukkan posisi oversold (di bawah level 20), yang membuka peluang technical rebound apabila didukung sentimen positif lanjutan.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)