Home - Internasional - Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api di Spanyol Naik Jadi 39 Orang, Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api di Spanyol Naik Jadi 39 Orang, Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional

Jumlah korban tewas kecelakaan kereta api di Spanyol meningkat menjadi 39 orang. Pemerintah menetapkan darurat nasional dan membuka penyelidikan sipil serta pidana.

Senin, 19 Januari 2026 - 18:53 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api di Spanyol Naik Jadi 39 Orang, Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional
Petugas pemadam kebakaran bersama anggota Garda Sipil Spanyol berada di lokasi kecelakaan kereta api di Adamuz, Cordoba, saat proses evakuasi dan penanganan korban berlangsung. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM– Jumlah korban tewas dalam kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi di Adamuz, Cordoba, kembali bertambah. Layanan darurat Andalusia mengonfirmasi bahwa sedikitnya 39 orang meninggal dunia, meningkat tajam dari laporan awal 21 korban tewas yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri Spanyol pada pagi hari.

Selain korban jiwa, sekitar 170 orang mengalami luka-luka, dengan 75 korban harus dirawat di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 15 orang dilaporkan mengalami luka serius, termasuk empat anak-anak.

Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menegaskan bahwa angka korban tewas belum final karena proses evakuasi dan identifikasi masih berlangsung.

“Jumlah korban saat ini 39 orang, namun angka ini belum dapat dipastikan sebagai angka akhir,” ujar Puente melalui pernyataan resmi.

Lumpuhkan Aktivitas Politik Nasional

Tragedi ini berdampak luas hingga ke jantung politik Spanyol. Perdana Menteri Pedro Sánchez dilaporkan meninggalkan Madrid menggunakan helikopter pada pukul 10.00 waktu Inggris untuk menuju lokasi kecelakaan, menurut laporan TVE, televisi nasional Spanyol.

Akibat insiden ini, seluruh agenda politik nasional dan regional ditangguhkan, mengheningkan cipta dilakukan di depan Parlemen Spanyol, Balai Kota Adamuz, dan kantor pemerintahan Andalusia, Senat Spanyol dan partai-partai politik menghentikan seluruh kegiatan hari ini, Presiden regional dan Wali Kota Madrid mengosongkan agenda mereka.

Sánchez juga membatalkan kunjungan ke Forum Ekonomi Dunia di Davos. Sementara itu, Raja Spanyol Felipe VI dijadwalkan mengunjungi lokasi kecelakaan pada Selasa, setelah kembali dari Athena.

“Prioritas sekarang adalah merawat, mendampingi, membantu, dan menolong semua orang yang terdampak,” kata Raja Felipe, dikutip TVE.

Sumber Kementerian Perhubungan Spanyol mengatakan kepada Sky News bahwa kedua kereta melaju dengan kecepatan lebih dari 120 mil per jam saat tabrakan terjadi.

Rinciannya: kereta Iryo 6189 melaju sekitar 130 mph, kereta kedua melaju sekitar 127 mph, tabrakan terjadi dalam waktu kurang dari 30 detik.

Sumber dari Renfe, operator kereta nasional Spanyol, menyatakan bahwa dalam waktu sesingkat itu tidak ada sistem keselamatan yang sempat aktif.

“Masinis kereta kedua tidak memiliki waktu untuk bereaksi dan menghentikan laju kereta,” ujar sumber Renfe.

Menurut RTVE, proses penyelamatan masih terus dilakukan. Tim medis telah mencapai gerbong ketiga dari rangkaian kereta yang tergelincir dan memperingatkan kemungkinan masih ada korban jiwa tambahan.

Operator kereta Iryo mengonfirmasi bahwa di dalam kereta terdapat 289 penumpang, 4 kru, dan 1 masinis.

Kereta tersebut berangkat dari Malaga pukul 18.40 waktu setempat. Iryo menyatakan bahwa kereta dibangun pada 2022 dan baru diperiksa empat hari sebelum kecelakaan.

CEO Iryo Fabrizio Favara telah mengunjungi lokasi sejak malam kejadian, sementara Presiden perusahaan Carlos Bertomeu dijadwalkan hadir pagi ini.

Investigasi Sipil dan Pidana Dibuka

Komisi Investigasi Kecelakaan Kereta Api Spanyol telah memulai penyelidikan sipil, sementara Garda Sipil membuka penyelidikan kriminal.

Presiden Renfe Álvaro Fernández Heredia mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.

“Ini kejadian yang sangat tidak biasa karena terjadi di lintasan lurus yang dilengkapi sistem keselamatan aktif,” ujarnya kepada TVE.

“Data kecepatan menunjukkan kereta tidak melampaui batas, sehingga kemungkinan terkait masalah sarana atau infrastruktur.”

Serikat pekerja transportasi CCOO menyerukan transparansi total dan penyelidikan mendalam untuk menentukan tanggung jawab serta mencegah tragedi serupa.

Polisi menutup akses ke Institut Kedokteran Forensik Cordoba untuk proses identifikasi. Garda Sipil membuka pos laporan orang hilang di Huelva, Malaga, dan Madrid, termasuk pengambilan sampel DNA.

Kementerian Kesehatan Andalusia menyatakan stok darah masih mencukupi, namun masyarakat diminta tetap mendonorkan darah untuk mengantisipasi kebutuhan lanjutan. (ren)