Korban Demo Iran Terus Bertambah, Paus Serukan Dialog Damai di Tengah Eskalasi Kekerasan
Korban tewas dalam protes anti-pemerintah di Iran meningkat menjadi 203 orang. Paus Leo XIV menyerukan dialog damai di tengah eskalasi kekerasan dan tekanan internasional.

HALLONEWS.COM – Gelombang protes anti-pemerintah yang melanda Iran terus memakan korban jiwa. Laporan terbaru dari lembaga pemantau hak asasi manusia internasional menyebutkan bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi sedikitnya 203 orang, menandai eskalasi serius dalam krisis politik dan kemanusiaan di negara tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Amerika Serikat, Minggu (11/1/2025) lonjakan korban terjadi dalam hitungan hari.
Sebelumnya, angka kematian dilaporkan masih berada di kisaran seratus orang. Dari total korban tewas, mayoritas merupakan warga sipil yang ikut dalam aksi demonstrasi, sementara sisanya berasal dari aparat keamanan.
Namun protes terua meluas ke ratusan kota di Iran dan kini telah menjangkau 185 kota di 31 provinsi, hal.ini menunjukkan luasnya ketidakpuasan publik terhadap kondisi politik dan ekonomi nasional.
Aksi protes berlangsung hampir setiap hari dan kerap berujung bentrokan dengan aparat keamanan.
Laporan organisasi HAM tersebut mengungkapkan bahwa sebagian besar korban tewas diduga akibat penggunaan kekuatan berlebihan, termasuk tembakan peluru tajam dan peluru karet, yang dalam banyak kasus dilepaskan dari jarak dekat. Situasi ini memperparah kekhawatiran komunitas internasional terkait pelanggaran hak asasi manusia di Iran.
Di tengah meluasnya aksi, pemerintah Iran menerapkan pembatasan ketat terhadap akses internet dan media sosial. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya membatasi arus informasi keluar negeri sekaligus menyulitkan verifikasi independen atas jumlah korban dan penangkapan.
Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi yang hidup di pengasingan juga bersuara agar rakyat melanjutkan demonstrasi ke jalan pada waktu yang telah ditentukan samgat besar pengaruhnya, meskipun akses terhadap pernyataannya dilaporkan dibatasi oleh otoritas setempat.
Sejumlah negara dan organisasi internasional mendesak pemerintah Iran untuk menghentikan kekerasan dan menghormati hak warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
Tekanan global meningkat seiring kekhawatiran bahwa krisis internal Iran dapat berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pernyataan Paus Leo XIV
Di tengah meningkatnya korban jiwa, Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi di Iran.
Dalam pernyataannya, Paus menyebut bahwa terlalu banyak nyawa melayang akibat konflik yang berkepanjangan. Maka Paus menyerukan agar semua pihak menempuh dialog yang dipupuk dengan kesabaran dan itikad baik, demi mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.
Menurutnya, perdamaian hanya dapat dicapai melalui komunikasi terbuka dan komitmen untuk mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
Seruan tersebut mendapat perhatian luas, terutama karena disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Para pengamat menilai pesan Paus sebagai upaya moral untuk menekan semua pihak agar menghindari eskalasi lebih jauh.(wib)
