Komisaris Mundur, OCBC NISP Tegaskan Stabilitas Manajemen Tetap Terjaga
OCBC NISP memastikan stabilitas manajemen tetap terjaga meski salah satu komisaris mundur. Kinerja saham dan fundamental perusahaan masih menunjukkan tren positif.

HALLONEWS.COM – Sebagaimana diumumkan dalam keterbukaan informasi pada 2 Januari 2026, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mengubah susunan pengurus perusahaan. Perubahan ini disebabkan oleh pengunduran diri anggota Dewan Komisaris.
Karena surat permohonan pengunduran diri Helen Wong telah diterima oleh Direktur OCBC NISP, Lili S. Budiana, pada 18 September 2025, dan telah memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku, nama Helen Wong tidak lagi tercantum dalam struktur Dewan Komisaris.
Helen Wong adalah tokoh perbankan terkemuka di seluruh dunia dengan lebih dari 40 tahun pengalaman. Ia menghabiskan sekitar 27 tahun di HSBC, dengan posisi terakhir sebagai CEO HSBC China, sebelum bergabung sebagai Komisaris di OCBC NISP.
Menurut manajemen, stabilitas tata kelola dan operasi Perseroan tidak akan terpengaruh oleh perubahan ini. Sementara jajaran komisaris lainnya tidak mengalami perubahan, Jusuf Halim, Betti S. Alisjahbana, Nicholas Tan, dan Hartadi Agus Sarwono tetap menjadi komisaris independen, dan Na Wu Beng tetap menjadi komisaris.
Di sisi Direksi, tidak terdapat pengunduran diri maupun pergantian jabatan. Parwati Surjadjaja masih menjabat sebagai Presiden Direktur dan didampingi oleh jajaran direksi yang terdiri dari Lili S. Budiana, The Ka Jit, Hartati, Martin Widjaja, Andrae Krishnawan W., Johannes Husin, dan Heriyanto.
Perseroan menegaskan bahwa keterbukaan informasi ini disampaikan kepada publik dan pemegang saham sesuai dengan peraturan pelaporan yang berlaku.
PT Bank OCBC NISP Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perbankan dengan layanan perbankan konvensional dan perbankan syariah.
Perseroan beroperasi dengan merek Bank OCBC NISP dan memiliki jaringan kantor yang luas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali dan Nusa Tenggara.
Dengan fokus pada layanan ritel, UKM, dan korporasi, OCBC NISP terus memperkuat transformasi digital serta tata kelola perbankan yang prudent.
Kinerja Saham Perusahaan
Saham OCBC NISP diperdagangkan pada level Rp1.385 per saham. Dalam jangka pendek, saham ini mencatat kenaikan 1,47% dalam satu minggu dan 0,73% dalam satu bulan terakhir.
Secara menengah hingga panjang, kinerja saham NISP juga menunjukkan tren positif dengan penguatan 2,97% dalam tiga bulan, 5,32% dalam satu tahun, serta melonjak 85,91% dalam tiga tahun terakhir, mencerminkan konsistensi pertumbuhan kinerja Perseroan.
Analisis Yes Invest
Secara fundamental, OCBC NISP masih terkategorikan sebagai emiten perbankan yang stabil dan konsisten. Pendapatan Perseroan tercatat terus meningkat secara beruntun sejak tahun 2021, diikuti oleh pertumbuhan laba yang menunjukkan pola kenaikan serupa. Dari sisi valuasi, saham NISP saat ini tergolong relatif murah dengan PER di kisaran 6,23 kali dan PBV sekitar 0,74 kali, yang mencerminkan valuasi di bawah rata-rata sektor perbankan.
Secara teknikal, saham NISP masih berada dalam fase sideways, namun mulai mendekati area overbought seiring indikator stochastic oscillator yang mendekati level 80. Area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.390, sementara support kuat berada di area Rp1.340. (Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)
