Home - Internasional - Koalisi Saudi Serang Pelabuhan Mukalla, Tuding UEA Kirim Senjata ke Separatis Yaman

Koalisi Saudi Serang Pelabuhan Mukalla, Tuding UEA Kirim Senjata ke Separatis Yaman

Koalisi pimpinan Saudi menyerang pelabuhan Mukalla di Yaman, menuding Uni Emirat Arab kirim senjata untuk kelompok separatis Dewan Transisi Selatan.

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:02 WIB
Koalisi Saudi Serang Pelabuhan Mukalla, Tuding UEA Kirim Senjata ke Separatis Yaman
Ilustrasi-Pesawat tempur F-15 Angkatan Udara Saudi terbang di atas Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, selama upacara wisuda di Universitas Angkatan Udara Raja Fisal, Minggu, 25 Januari 2009. Foto: SPA for Hallonews.

HALLONEWS.COM— Ketegangan meningkat di Yaman setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara terbatas terhadap pelabuhan Al Mukalla di Yaman timur. Serangan itu diklaim menargetkan pengiriman senjata dan kendaraan tempur dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC).

Kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA) pada Selasa (30/12/2025) melaporkan, dua kapal asal Pelabuhan Fujairah, UEA, tiba di Mukalla pada 27–28 Desember 2025 tanpa izin dari Komando Pasukan Gabungan Koalisi.

Dalam pernyataan resminya, Juru Bicara Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyebut kapal tersebut menonaktifkan alat pelacak dan menurunkan sejumlah besar senjata serta kendaraan tempur untuk mendukung pasukan separatis STC di provinsi Hadramaut dan Al Mahrah.

“Tindakan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap upaya perdamaian dan menentang Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 (2015),” ujar Al-Malki, dikutip SPA.

Menurutnya, serangan udara dilakukan setelah pengawasan dan dokumentasi cermat, serta “sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional adat,” guna menghindari kerusakan tambahan pada warga sipil.

“Angkatan Udara Koalisi melakukan serangan terbatas pagi ini untuk menghancurkan senjata dan kendaraan militer yang diturunkan dari dua kapal di Pelabuhan Mukalla,” kata Al-Malki.

Ia menegaskan, Koalisi akan melanjutkan upaya deeskalasi dan perdamaian di provinsi Hadramaut dan Al Mahrah, sekaligus memblokir setiap dukungan militer asing yang tidak dikoordinasikan dengan pemerintah Yaman yang sah.

“Langkah ini penting untuk menjamin keberhasilan upaya Kerajaan dan Koalisi dalam mencapai keamanan dan stabilitas, serta mencegah meluasnya konflik,” tambahnya.

Sebelumnya, sumber pemerintah Yaman menyebut Presiden Dewan Kepemimpinan Yaman Rashad Al-Alimi telah bertolak ke Arab Saudi untuk membahas eskalasi di timur Yaman, menyusul perebutan lembaga pemerintah dan ladang minyak oleh kelompok separatis STC di Hadramaut. (ren)