Home - Internasional - Kim Jong-un Pamer Kekuatan: Tinjau Produksi Roket MLRS Canggih dan Sindir Militer Barat

Kim Jong-un Pamer Kekuatan: Tinjau Produksi Roket MLRS Canggih dan Sindir Militer Barat

Kim Jong-un meninjau pabrik pertahanan Korea Utara yang memproduksi sistem roket MLRS canggih dan menyebut militer Barat tidak sebanding dengan Tentara Rakyat Korea.

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:51 WIB
Kim Jong-un Pamer Kekuatan: Tinjau Produksi Roket MLRS Canggih dan Sindir Militer Barat
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau produksi sistem roket peluncuran ganda (MLRS) di pabrik pertahanan utama Korea Utara, Selasa (30/12/2025). Foto: Sputnik for Hallonews

HALLONEWS.COM— Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau salah satu perusahaan industri pertahanan utama negaranya untuk memeriksa produksi sistem roket peluncuran ganda (MLRS) terbaru yang segera akan diserahkan kepada unit tempur utama Tentara Rakyat Korea (KPA).

Kunjungan ini dilaporkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), yang menyebut Kim didampingi sejumlah pejabat senior dari Komite Sentral Partai Buruh Korea dan Kementerian Pertahanan.

Kim memuji kemajuan pesat industri pertahanan Korea Utara, dan menegaskan bahwa sistem MLRS menjadi elemen penting dalam modernisasi kekuatan artileri nasional.

“Perusahaan ini harus memainkan peran utama dalam menjalankan arah strategis militer baru partai,” kata Kim seperti dilansir Sputnik, Selasa (30/12/2025).

Ia menyerukan percepatan modernisasi fasilitas produksi serta penguatan fondasi teknologi industri pertahanan.

Kunjungan Kim terjadi hanya beberapa hari setelah ia mengawasi latihan rudal jelajah strategis jarak jauh di Laut Korea Barat.

Dalam latihan tersebut, Kim mengaku puas dengan hasil uji coba, dan menyebutnya sebagai demonstrasi nyata kesiapan tempur Tentara Rakyat Korea.

“Latihan ini menunjukkan kesiapan mutlak militer kita untuk menghadapi segala ancaman,” ujar Kim seperti dikutip KCNA.

Sindiran untuk Militer Barat

Pada kesempatan terpisah, Kim menghadiri upacara penyambutan bagi unit teknik Korea Utara yang baru kembali dari misi luar negeri.

Dalam pidatonya, ia mengecam militer negara-negara Barat, menyebut pasukan mereka tak sebanding dengan Tentara Rakyat Korea yang disebutnya memiliki “kedalaman spiritual revolusioner”.

“Para penjahat bersenjata dari Barat, meski dipersenjatai teknologi militer terbaru, tidak dapat menandingi tentara revolusioner ini dengan semangat dan pengorbanan mereka,” kata Kim.

Menurut Kim, kepahlawanan massal merupakan “senjata paling ampuh” Korea Utara yang tidak bisa ditiru oleh pasukan mana pun, bahkan dengan biaya militer sebesar apa pun. (ren)