Home - Nasional - Kepulauan Riau Rawan Jalur Narkotika, Kepala BNN RI Minta Jajaran Pasang Mata dan Telinga

Kepulauan Riau Rawan Jalur Narkotika, Kepala BNN RI Minta Jajaran Pasang Mata dan Telinga

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, menginstruksikan seluruh jajaran BNN di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk terus memasang mata dan telinga dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika lintas negara. Instruksi tersebut menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan, deteksi dini, serta penguatan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Arahan...
Minggu, 18 Januari 2026 - 23:11 WIB
Kepulauan Riau Rawan Jalur Narkotika, Kepala BNN RI Minta Jajaran Pasang Mata dan Telinga
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Suyudi Ario Seto. (Dok. Hallonews.com)

HALLONEWS.COM – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, menginstruksikan seluruh jajaran BNN di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk terus memasang mata dan telinga dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika lintas negara.

Instruksi tersebut menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan, deteksi dini, serta penguatan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Arahan itu disampaikan Kepala BNN RI saat memberikan pembekalan kepada personel BNN di wilayah Kepulauan Riau, Sabtu (17/1).

Provinsi yang dikenal sebagai Bumi Segantang Lada ini berada di garis depan wilayah perbatasan dan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kejahatan narkotika internasional.

Dengan komposisi wilayah sekitar 96 persen perairan dan hanya 4 persen daratan, Kepulauan Riau memiliki karakteristik geografis yang sangat terbuka serta berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan jaringan sindikat narkotika internasional sebagai jalur masuk dan transit peredaran gelap narkotika ke wilayah Indonesia.

Dalam arahannya, Suyudi menegaskan bahwa narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang dijalankan secara sistematis untuk melemahkan dan membodohi generasi bangsa.

Menurutnya, peredaran gelap narkotika tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia, stabilitas sosial, serta daya saing bangsa di masa depan.

“Oleh karena itu, upaya P4GN harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, tidak semata-mata melalui penindakan hukum, tetapi juga diperkuat dengan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan arah kebijakan pencegahan narkoba yang difokuskan pada perlindungan anak, salah satunya melalui Program ANANDA BERSINAR, sebagai langkah membangun ketahanan generasi sejak usia dini dari ancaman narkotika.

Lebih lanjut, Kepala BNN RI mendorong seluruh jajaran BNN di Kepulauan Riau untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun berbagai elemen masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting guna menumbuhkan kesadaran kolektif akan bahaya narkotika yang terus berkembang dengan modus dan strategi peredaran yang semakin kompleks.

Pada kesempatan yang sama, Suyudi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran BNN di Kepulauan Riau atas dedikasi, ketulusan, dan kerja keras yang selama ini ditunjukkan dalam menjalankan tugas P4GN. Ia berpesan agar semangat pengabdian tersebut terus dijaga dan setiap tugas dimaknai sebagai bagian dari ibadah.

“Sekecil apa pun upaya yang dilakukan, memiliki arti besar. Karena setiap kontribusi nyata mampu menekan laju penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus melindungi masyarakat serta generasi masa depan bangsa,” pungkasnya. (gin)