Home - Ekonomi & Bisnis - Kemendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga dan Emas pada Awal 2026

Kemendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga dan Emas pada Awal 2026

Kemendag resmi menaikkan Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga dan emas pada awal Januari 2026. Kenaikan dipicu lonjakan permintaan global, pelemahan dolar AS, serta berdampak positif bagi sektor tambang dan pasar saham Indonesia.

Jumat, 2 Januari 2026 - 16:30 WIB
Kemendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga dan Emas pada Awal 2026
Ilustrasi emas batangan (Dok Yes Invest)

HALLONEWS.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan kenaikan Harga Patokan Ekspor (HPE) untuk konsentrat tembaga dengan kadar tembaga (Cu) minimal 15% sebesar 4,54% menjadi US$5.868,51 per wet metric ton (WMT) untuk periode 1-14 Januari 2026.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode kedua Desember 2025 yang sebesar US$5.613,83 per WMT. Selain itu, HPE untuk konsentrat emas juga mengalami peningkatan menjadi USD138.324,41 per kilogram dari USD133.912,59 per kilogram.

Sementara itu, harga referensi (HR) emas naik menjadi US$4.302,37 per troy ounce dari US$4.165,15 per troy ounce pada periode sebelumnya.

Kenaikan ini didasari oleh sejumlah faktor ekonomi global. Permintaan internasional terhadap mineral strategis semakin meningkat, terutama untuk mendukung industri energi listrik, ekosistem kendaraan listrik, serta proyek infrastruktur besar di berbagai negara.

Selain itu, pelemahan nilai tukar dolar AS telah mendorong investor untuk beralih ke aset komoditas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Harga mineral penyusun konsentrat juga naik secara simultan, dengan tembaga meningkat 5,75%, emas 3,29%, dan perak 16,46% selama masa pengumpulan data. Penetapan HPE ini mengacu pada harga pasar internasional, seperti London Metal Exchange (LME) untuk tembaga serta London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak, berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Secara keseluruhan, penetapan didasarkan pada koordinasi kementerian dan referensi harga internasional seperti LME dan LBMA, dengan kenaikan HPE konsentrat tembaga sebesar 4,54% menjadi US$5.868,51 per WMT dan konsentrat emas US$4.302,37 per troy ounce, didorong oleh permintaan global yang meningkat serta pelemahan dolar AS.

Kenaikan HPE ini cenderung memberikan dorongan positif bagi sektor pertambangan logam di pasar saham Indonesia, di mana indeks sektoral komoditas berbasis mineral berpotensi mengalami penguatan akibat ekspektasi penerimaan ekspor yang lebih tinggi dan margin keuntungan yang meningkat.

Namun, sektor hilir seperti pengolahan dan manufaktur mungkin menghadapi tekanan biaya input lebih besar jika kenaikan harga global berlanjut, sementara secara agregat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa merespons dengan volatilitas moderat dari sentimen positif komoditas, mendorong investor untuk mengalihkan alokasi ke subsektor ekspor-oriented di tengah dinamika permintaan internasional. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)