Kebakaran Rita Pasaraya Ganggu Aktivitas Ekonomi Kawasan Pusat Kota Cilacap
Kebakaran hebat melanda pusat perbelanjaan Rita di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (2/2/2026) malam.

HALLONEWS.COM – Kebakaran hebat melanda pusat perbelanjaan Rita Pasaraya di ibu kota Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (2/2/2026) malam.
Kebakaran ini tidak hanya menghanguskan bangunan pusat perbelanjaan tersebut, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi di kawasan pusat kota Cilacap.
Hingga Selasa (3/2/2026), ratusan pedagang, karyawan, dan pelaku usaha di sekitar lokasi terdampak langsung akibat insiden tersebut.
Rita Pasaraya yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Cilacap, selama ini dikenal sebagai salah satu urat nadi perekonomian lokal, menampung puluhan tenant dan menjadi tempat bergantungnya ratusan pekerja, mulai dari kasir, pramuniaga, hingga tenaga kebersihan dan keamanan. Rita Cilacap merupakan bagian dari Rita Grup, sebuah korporasi yang membawahi sejumlah toserba di kawasan Banyumas, Jateng.
Pasca-kebakaran Rita Cilacap, seluruh aktivitas usaha di dalam gedung dipastikan berhenti total. “Biasanya ramai dari pagi sampai malam. Sekarang tutup total, kami juga tidak tahu kapan bisa bekerja lagi,” ujar Siti (34), karyawati tenant pakaian di sekitar lokasi, Selasa pagi.
Dampak kebakaran juga merembet ke pedagang kecil dan usaha informal di sekitar Rita Pasaraya. Sejumlah warung makan, pedagang kaki lima, hingga tukang parkir mengaku kehilangan pemasukan karena arus pengunjung terhenti sejak kejadian.
“Kalau Rita tutup, otomatis sepi. Biasanya pembeli mampir makan setelah belanja. Hari ini nyaris tidak ada pemasukan,” kata Wahyudi, pedagang makanan di sekitar lokasi.
Selain itu, beberapa toko dan bangunan usaha di sekitar Rita Pasaraya ikut terdampak akibat api yang merembet. Pemilik toko sepatu yang berada tepat di samping gedung mengaku seluruh barang dagangannya hangus terbakar.
“Api cepat sekali membesar. Kami hanya sempat menyelamatkan diri, tidak ada barang yang bisa dibawa keluar,” ujar Agus, pemilik toko, yang terdampak kebakaran.
Kawasan Jalan Ahmad Yani di kota Cilacap dikenal sebagai sentra perdagangan dan jasa. Pasca-kebakaran, akses jalan sempat ditutup untuk proses pemadaman dan pendinginan, menyebabkan distribusi barang dan mobilitas usaha terganggu selama berjam-jam.
Salah seorang, saksi mata menyebut kebakaran terjadi sangat cepat. Rina (41), warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, mengatakan api sudah membesar disertai asap hitam tebal saat pertama kali terlihat.
“Awalnya cuma kelihatan asap, lalu tidak lama api langsung besar. Banyak warga panik karena takut merembet ke rumah,” ujarnya.
Pemerintah daerah dan aparat kepolisian menyatakan masih melakukan pendataan kerugian ekonomi, termasuk jumlah pekerja dan pelaku usaha yang terdampak. Hingga kini, belum ada kepastian terkait rencana relokasi sementara bagi para pedagang dan karyawan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran Rita Pasaraya menjadi pukulan serius bagi perekonomian lokal Cilacap, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. (gaa)
