Karutan Eddy Junaedi Tegas Bantah Tuduhan Pungli di Rutan Labuhan Deli
Soal Pungli, Rutan sebut informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan tidak didukung data yang valid.

HALLONEWS.COM – Menanggapi pemberitaan di sejumlah media daring yang menyoroti dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli, pihak Rutan menyatakan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan tidak didukung data yang valid.
Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, menegaskan bahwa manajemen Rutan telah melakukan klarifikasi internal dan pengecekan langsung segera setelah isu tersebut beredar. Dari hasil penelusuran tersebut, tidak ditemukan indikasi atau bukti yang menguatkan tudingan sebagaimana diberitakan.
“Seluruh layanan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan kami laksanakan berdasarkan Standar Operasional Prosedur serta mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Tidak ada pungutan, perlakuan istimewa, ataupun diskriminasi dalam bentuk apa pun,” tegas Eddy kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, Rutan Kelas I Labuhan Deli secara konsisten menjalankan komitmen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Untuk menjamin transparansi, Rutan telah menyediakan kanal pengaduan resmi yang dapat diakses masyarakat dan warga binaan, serta secara berkala menjalani pengawasan dan audit dari Inspektorat Jenderal dan Kantor Wilayah.
Terkait pemberitaan yang beredar, Eddy menyayangkan tidak diterapkannya prinsip keberimbangan dalam penyusunan berita. Menurutnya, klarifikasi dari pihak terkait sangat penting agar informasi yang diterima publik bersifat utuh dan objektif.
“Kami menghormati peran media sebagai kontrol sosial. Namun kami berharap setiap pemberitaan didasarkan pada konfirmasi dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, demi menjaga stabilitas dan keamanan di lingkungan Rutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak Rutan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Dukungan publik, menurut Eddy, sangat dibutuhkan untuk memastikan proses pembinaan warga binaan berjalan optimal sehingga mereka siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (gin)
