Home - Ekonomi & Bisnis - Kacau! Amerika Sebut Indonesia Mundur dari Kesepakatan Dagang Bernilai Besar

Kacau! Amerika Sebut Indonesia Mundur dari Kesepakatan Dagang Bernilai Besar

Kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Indonesia yang disepakati pada Juli lalu dilaporkan terancam gagal setelah pemerintah Indonesia disebut mengingkari sejumlah komitmen. Informasi ini disampaikan seorang pejabat AS pada Selasa (09/12/2025), yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:46 WIB
Kacau! Amerika Sebut Indonesia Mundur dari Kesepakatan Dagang Bernilai Besar
Ilustrasi Bendera Indonesia dan Amerika Serikat.

HALLONEWS.COM – Kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Indonesia yang disepakati pada Juli lalu dilaporkan terancam gagal setelah pemerintah Indonesia disebut mengingkari sejumlah komitmen. Informasi ini disampaikan seorang pejabat AS pada Selasa (09/12/2025), yang meminta identitasnya dirahasiakan.

“Mereka mundur dari apa yang sudah kita sepakati pada Juli,” ujar pejabat tersebut tanpa merinci komitmen yang dipermasalahkan.

Menanggapi hal itu, pemerintah Indonesia memastikan proses negosiasi masih berjalan dan tidak ada isu spesifik yang menghambat pembahasan. “Dinamika dalam proses negosiasi itu normal. Pemerintah Indonesia berharap kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak dapat segera tercapai,” kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, Rabu (10/12/2025).

Kemenko Perekonomian, yang dipimpin Airlangga Hartarto selaku ketua perundingan tarif, menyebut salah satu pembahasan saat ini berkaitan dengan harmonisasi bahasa dalam perjanjian.

Pada Juli lalu, Indonesia menyatakan siap menghapus tarif atas lebih dari 99% barang asal AS serta menghilangkan seluruh hambatan non-tarif bagi perusahaan Amerika. Sebagai imbalannya, AS sepakat menurunkan tarif ancaman atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%.

Presiden AS Donald Trump pada 15 Juli menyebut perjanjian itu sebagai “kemenangan besar” bagi pelaku industri otomotif, teknologi, pertanian, dan peternakan AS.

Namun, menurut pejabat AS, Indonesia kini memberi tahu U.S. Trade Representative (USTR) Jamieson Greer bahwa beberapa komitmen tidak dapat disetujui secara mengikat dan membutuhkan perubahan. Pejabat itu menyebut perubahan yang diinginkan Indonesia dapat menghasilkan kesepakatan yang kurang menguntungkan bagi AS dibanding perjanjian terbaru dengan Malaysia dan Kamboja.

Financial Times juga melaporkan bahwa AS menilai Indonesia “mundur” dari komitmen penghapusan hambatan non-tarif untuk ekspor industri dan pertanian, serta implementasi kesepakatan perdagangan digital.

Pekan lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan dalam forum DealBook New York Times bahwa Indonesia “mulai bersikap lebih keras” dalam negosiasi, berbeda dengan Malaysia yang dinilai lebih kooperatif setelah menghapus ribuan tarif sehingga mempermudah perdagangan dengan AS. (Yesaya Christofer / CEO Yes Invest)