Jembatan Kaca Terpanjang Bendungan Sukamahi, Jawaban Atas Kemacetan Puncak, Bogor
Jembatan kaca terpanjang Indonesia di Bendungan Sukamahi Bogor progres 81 persen ditargetkan beroperasi 2026 dorong wisata alternatif.

HALLONEWS.COM – Jembatan kaca terpanjang di Indonesia, ada di Bendungan Sukamahi, Kabupaten Bogor. Pembangunan jembatan ini dikerjakan oleh PPK 5.3 Satker PJN Wilayah V Jawa Barat.
Progres pembangunannya kini telah mencapai 81,3 persen pada minggu pertama Desember 2025. Jembatan ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Manajer Ruas/PPK 5.3 Satker PJN Wilayah V Jawa Barat, Pietoyo Larastomo, dikutip dari laman Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Senin 15 Desember 2025 mengatakan, jembatan kaca ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru yang diharapkan mampu membantu memecah kepadatan lalu lintas di kawasan Puncak.
Keberadaannya dinilai dapat menjadi alternatif tujuan wisata sekaligus mendorong pemerataan arus pengunjung di wilayah Bogor.
“Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi dirancang sebagai jembatan kaca terpanjang di Indonesia,” kata Pietoyo Larastomo.
Dengan bentang mencapai 275 meter, jembatan ini akan melampaui panjang Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan Bromo.
Pada bagian tengah, jalur pejalan kaki menggunakan material kaca, sementara sisi jalur dilengkapi wood plastic composite (WPC) untuk memberikan variasi pengalaman berjalan di atas ketinggian.
Jembatan kaca yang aman Dari sisi keselamatan, jembatan ini menggunakan kaca laminasi tiga lapis dengan ketebalan masing-masing 1 sentimeter yang diperkuat Sentry Glass Plus.
Struktur tersebut dirancang mampu menahan beban hingga 500 kilogram/meter persegi. Selain itu, teknologi heat soaked tempered glass diterapkan untuk meningkatkan ketahanan kaca terhadap benturan.
Seluruh desain jembatan juga telah melalui pemodelan simulasi gempa dan uji terowongan angin.
Ke depan, struktur jembatan akan dilengkapi sensor strain gauge serta LVDT (Linear Variable Differential Transformer) untuk memantau kondisi jembatan secara real-time dan memastikan keamanan pengunjung.
Pietoyo menjelaskan, proses konstruksi jembatan kaca ini menghadirkan tantangan tersendiri karena kompleksitas struktur, penerapan teknologi, serta metode pelaksanaan yang dilakukan pada ketinggian.
Pekerjaan struktur melibatkan penggunaan crane berkapasitas 180 ton, pemasangan suspension cable, hingga pembangunan temporary tower sebagai bagian dari tahapan krusial konstruksi.
Untuk menjaga kualitas dan keamanan kaca, pengunjung nantinya akan dibekali pelindung alas kaki berbahan karet.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah goresan pada permukaan kaca sekaligus mengurangi risiko tergelincir saat melintas. I
Ia berharap kehadiran Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi tidak hanya menambah daya tarik wisata kawasan, tetapi juga menjadi rujukan pengembangan teknologi jembatan kaca di Indonesia.
“Keindahan alam dapat dipadukan dengan inovasi, selama standar keamanan selalu menjadi prioritas,” ujar Pietoyo.
