Jabodetabek Diguyur Hujan, Bekasi Diminta Waspada hingga Awal Februari
BMKG memprediksi hujan mengguyur wilayah Jabodetabek, termasuk Kabupaten dan Kota Bekasi hingga awal Februari. Warga diimbau waspada potensi genangan dan banjir.

HALLONEWS.COM – Langit kelabu belum akan pergi dari Bekasi dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan hujan masih berpotensi mengguyur Kabupaten dan Kota Bekasi hingga awal Februari 2026.
BMKG memprakirakan curah hujan turun dengan intensitas beragam, mulai dari ringan hingga sedang. Namun, pada waktu tertentu, hujan dapat disertai kilat dan angin kencang kombinasi cuaca yang berisiko memicu genangan hingga banjir, terutama di kawasan padat permukiman.
Peringatan ini disampaikan BMKG melalui unggahan di akun Instagram resminya dan dikutip Jumat (30/1/2026). Sejumlah wilayah Jabodetabek diprediksi menjadi titik rawan hujan pada awal hingga pertengahan pekan, termasuk Bekasi terdampak limpasan air dari daerah hulu.
Pada Jumat (30/1) hingga Sabtu (31/1) pagi, hujan ringan diperkirakan turun di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kota Bekasi, dan Kota Bogor.
Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi melanda Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, hingga wilayah Tangerang Raya.
Hujan diprediksi masih berlanjut pada Sabtu (31/1) hingga Minggu (1/2). Hampir seluruh wilayah DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor berpotensi diguyur hujan ringan.
Adapun hujan sedang diprakirakan terjadi di Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Tangerang. Memasuki Minggu (1/2) hingga Senin (2/2), BMKG mencatat hujan ringan akan turun merata di Jabodetabek, termasuk Kabupaten dan Kota Bekasi.
Untuk periode ini, BMKG memastikan tidak ada potensi hujan lebat, sementara hujan sedang diprediksi terjadi di wilayah Bogor.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan rutin memantau pembaruan cuaca. Warga diminta mengantisipasi dampak hujan berkepanjangan, mulai dari genangan air, banjir, hingga gangguan aktivitas harian terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan. (dul)
