Home - Megapolitan - Isu Ratusan Korban Tambang Pongkor, PT Antam: Hoaks

Isu Ratusan Korban Tambang Pongkor, PT Antam: Hoaks

Tidak terdapat satu pun karyawan Antam yang menjadi korban maupun terjebak di dalam area tambang sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:34 WIB
Isu Ratusan Korban Tambang Pongkor, PT Antam: Hoaks
Area tambang di Antam, Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor.(Instagram Antam)

HALLONEWS.COM – PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memberi klarifikasi terkait adanya peristiwa yang terjadi dalam area mereka.

Melalui General Manager PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, manajemen mengatakan jika kemunculan asap di Level 700 tersebut disertai lonjakan kadar gas karbon monoksida hingga mencapai 1.200 ppm.

Angka ini jauh di atas ambang batas aman. Sementara penyebabnya diduga berasal dari terbakarnya kayu penyangga.

Dengan gas karbon monoksida yang mencapai 1.200 pom, Nulis Rahmat menegaskan, kondisi diseputar area, sangat berbahaya, sehingga seluruh pekerja langsung dievakuasi dan aktivitas di area terdampak dihentikan sementara.

“Aktifitas sudah terhenti. Tidak ada korban,” kata Nilus kepada wartawan dikutip media ini Kamis (15/1/2026).

Nilus membantah berita yang beredar, jika dalam peristiwa ini ada karyawan yang terjebak di dalam.

Tidak terdapat satu pun karyawan Antam yang menjadi korban maupun terjebak di dalam area tambang sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.

“Seluruh karyawan Antam berada dalam kondisi aman, dan aktivitas operasional perusahaan tetap dalam kondisi terkendali,” katanya.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto kepada wartawan mengatakan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan manajemen Antam langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Saya bersama pak Kapolres dan pak Dandim datang langsung ke Kecamatan Nanggung, menggelar rapat bersama pimpinan Antam. Kami ingin dapat
informasi yang valid dan sebenar-benarnya,” kata Rudy.

“Jadi informasi soal ratusan korban itu tidak benar,” tegasnya lagi.

Ia menjelaskan, angka 700 yang beredar di masyarakat bukan merujuk pada jumlah korban, melainkan merupakan istilah level atau portal kerja di dalam tambang.

“Yang dimaksud itu adalah level 700, bukan ada 700 orang terjebak. Ini yang perlu kami luruskan supaya masyarakat tidak panik,” katanya.

Orang nomor satu di jajaran pemerintahan Kabupaten Bogor ini menegaskan, pemerintah daerah tetap akan menelusuri kebenaran apabila terdapat informasi lain di luar aktivitas resmi PT Antam.

“Kalau ada beberapa informasi lain yang beredar, izinkan kami beberapa saat ke depan untuk memastikan kebenarannya. Kami akan menyampaikan berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan,” ungkapnya.

Rudy memastikan, Kepolisian masih menyelidiki informasi, bahwa peristiwa penambang emas yang tertimbun di area Antam, Kecamatan Nanggung.

“Informasi beredar luas melalui pesan berantai di media sosial dan aplikasi WhatsApp, bilang ada korban meninggal dunia. Ada yang bilang sekitar lima orang dilaporkan meninggal dunia. Bahkan, terdapat pula informasi lain yang menyebut ratusan orang diduga tewas akibat keracunan gas di dalam lubang tambang. Kita serahkan ke polisi ya,” ujarnya. (opy)