Home - Ekonomi & Bisnis - Isu Akuisisi oleh Hashim dan Northstar Mencuat, Ini Klarifikasi Manajemen UDNG

Isu Akuisisi oleh Hashim dan Northstar Mencuat, Ini Klarifikasi Manajemen UDNG

PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) menegaskan belum ada perubahan pemegang saham pengendali maupun rencana akuisisi oleh Hashim Djojohadikusumo dan Northstar, serta memastikan bisnis budidaya udang tetap berjalan normal.

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:00 WIB
Isu Akuisisi oleh Hashim dan Northstar Mencuat, Ini Klarifikasi Manajemen UDNG
Area tambak milik PT Agro Bahari Nusantara Tbk (dok UDNG)

HALLONEWS.COM – PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan di media mengenai spekulasi akuisisi oleh konsorsium yang dikaitkan dengan Hashim Djojohadikusumo dan Northstar Group.

Klarifikasi ini diberikan setelah Bursa Efek Indonesia meminta penjelasan dengan nomor surat S-00654/BEI.PP1/01-2026 pada 19 Januari 2026.

Sebelum ini, banyak rumor tentang rencana pengambilalihan UDNG muncul di media, terutama setelah salah satu perusahaan yang terkait dengan Hashim Djojohadikusumo dan anak usaha milik konglomerat Sugianyo Kusuma (Aguan) dimasukkan ke dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan.

Isu tersebut semakin memburuk ketika FiberCo, entitas infrastruktur fiber optik yang dibentuk oleh kolaborasi antara Grup Arsari, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Northstar Group, bernilai sekitar Rp14,6 triliun, muncul.

Karena itu, manajemen UDNG menyatakan bahwa Pemegang Saham Pengendali Perseroan belum mengalami perubahan hingga saat ini.

Sejauh mana manajemen mengetahui, belum ada perjanjian resmi yang ditandatangani oleh pemegang saham pengendali mengenai penjualan saham kepada pihak mana pun.

Manajemen menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui adanya rencana untuk mengubah bisnis perusahaan dari perikanan ke infrastruktur digital.

Selain itu, mereka tidak mengetahui apa pun tentang rencana pengambilalihan saham, termasuk kemungkinan perubahan struktur kepengurusan sebelum atau sesudah perusahaan beroperasi.

Perseroan memastikan kegiatan bisnis utama tetap berjalan normal dari sisi operasional. Seluruh tambak udang UDNG masih beroperasi dan tengah menjalankan siklus budidaya udang vannamei sesuai prosedur.

Perusahaan UDNG mengembangkan teknik budidaya udang vannamei yang berbasis statistik dan sains. Aset budidaya perusahaan telah ditingkatkan menjadi empat belas kolam intensif dan superintensif hingga saat ini.

Untuk memenuhi permintaan ekspor dan pasar domestik, perusahaan telah memproduksi lebih dari 400 ton udang sejak 2019.

Di pasar saham, UDNG diperdagangkan di level 3.800, dengan kenaikan 6,74% setiap minggu, meskipun masih mengalami koreksi bulanan 3,80%.

Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, pergerakan saham UDNG tergolong ekstrim, dengan kenaikan 86,27% dalam tiga bulan, kenaikan 9,40% dalam satu tahun, dan kenaikan 3,70% dalam tiga tahun terakhir.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)