Home - Ekonomi & Bisnis - IPO Superbank (SUPA): Penawaran Umum Perdana Senilai Hingga Rp3,06 Triliun

IPO Superbank (SUPA): Penawaran Umum Perdana Senilai Hingga Rp3,06 Triliun

Superbank resmi melantai di bursa melalui IPO senilai Rp3,06 triliun, menawarkan 13% saham dan memperkuat ekspansi pembiayaan serta pengembangan teknologi digital.

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:00 WIB
IPO Superbank (SUPA): Penawaran Umum Perdana Senilai Hingga Rp3,06 Triliun
Logo SUPA Foto: Dok. BEI

HALLONEWS.COM – Superbank (PT Super Bank Indonesia Tbk, atau SUPA) secara resmi melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan menawarkan 4.406.612.300 saham baru, yang setara dengan 13% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga penawaran adalah Rp635 per saham,dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp3,06 triliun.

SUPA bekerja sama dengan underwriter terkemuka seperti Mandiri Sekuritas, CLSA Sekuritas Indonesia, Trimegah Sekuritas Indonesia, Sucor Sekuritas, serta Korea Investment & Sekuritas Indonesia (BQ) dan Bahana Sekuritas (DX) selama proses penawaran. Kombinasi ini menunjukkan dukungan institusi keuangan yang kuat terhadap bisnis SUPA dan ekspektasi pasar bahwa bank digital ini memiliki peluang pertumbuhan yang sangat besar.

Manajemen menyatakan bahwa ekspansi bisnis akan didorong dengan dana yang diperoleh dari IPO. Untuk mendukung peningkatan portofolio pembiayaan, yang merupakan pilar utama pendapatan bank digital, sekitar 70% dana akan dialokasikan sebagai modal kerja dalam rangka penyaluran kredit.

Sementara itu, 30% sisanya akan dialokasikan untuk belanja modal, yang mencakup pengembangan produk, investasi dalam teknologi informasi, dan inisiatif pendukung lainnya yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem digital SUPA.

SUPA adalah bank berkapabilitas digital yang berfokus pada perluasan inklusi keuangan di Indonesia. Bank ini memosisikan diri sebagai pemain strategis yang memanfaatkan digitalisasi sektor keuangan nasional melalui inovasi berbasis ekosistem. SUPA memanfaatkan dukungan Grab, OVO, Emtek Group, Singtel, dan KakaoBank untuk menyediakan solusi perbankan digital kepada segmen yang tidak dibankkan dan tidak dibankkan.

Transformasi SUPA dimulai dengan pembelian Grup Emtek pada 2021. Pada 2022, Grab dan Singtel masuk, dan pada 2023, konsorsium KakaoBank datang. Rebranding menjadi Superbank dilakukan pada Februari 2023.

Pada Juni 2024, aplikasi publik pertama kali diluncurkan, yang langsung terintegrasi dengan aplikasi Grab dan OVO. Ekosistem besar ini menjadi faktor utama yang membedakan Superbank dari pesaingnya dalam bank digital.

Pengguna SUPA meningkat dengan cepat. Dari hanya 20.000 pengguna pada April 2024, jumlah pengguna aktif meningkat menjadi 4 juta pada Juni 2025.

SUPA dapat mencapai masyarakat di kota besar hingga daerah pedesaan dan semi-perkotaan berkat akuisisi melalui Grab dan OVO, yang mencakup sekitar 64,4% pengguna. Saat ini, SUPA menguasai 9,5% dari pasar bank digital Indonesia.