Home - Megapolitan - Insiden Kursi Transjakarta, Legislator Ingatkan Transjakarta Berikan Imbauan ke Penumpang

Insiden Kursi Transjakarta, Legislator Ingatkan Transjakarta Berikan Imbauan ke Penumpang

Cekcok penumpang terkait kursi nonprioritas memicu perhatian Legislator terhadap pelayanan Transjakarta. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo mengusulkan evaluasi pelayanan buntut insiden cekcok antar penumpang bus Transjakarta yang sempat viral di media sosial. "Peristiwa tersebut dipicu oleh persoalan tempat duduk nonprioritas yang melibatkan penumpang lanjut usia dan penumpang muda," katanya...
Minggu, 4 Januari 2026 - 19:49 WIB
Insiden Kursi Transjakarta, Legislator Ingatkan Transjakarta Berikan Imbauan ke Penumpang
Bus Transjakarta. Foto: Dokumen Hallonews.

HALLONEWS.COM – Cekcok penumpang terkait kursi nonprioritas memicu perhatian Legislator terhadap pelayanan Transjakarta.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo mengusulkan evaluasi pelayanan buntut insiden cekcok antar penumpang bus Transjakarta yang sempat viral di media sosial.

“Peristiwa tersebut dipicu oleh persoalan tempat duduk nonprioritas yang melibatkan penumpang lanjut usia dan penumpang muda,” katanya dalam keterangan pada Minggu (4/1/2026).

Rio menilai, meskipun kursi yang dipermasalahkan tidak termasuk kategori kursi prioritas, sikap saling menghargai tetap perlu dijunjung tinggi, khususnya terhadap kelompok rentan seperti lansia.

“Secara aturan memang bukan kursi prioritas. Namun dari sisi etika, jika ada lansia atau penumpang yang membutuhkan, sebaiknya diberikan,” ujar Rio.

Di sisi lain, Rio juga mengingatkan bahwa kondisi penumpang lain perlu dipahami.

“Tidak semua penumpang yang duduk berada dalam kondisi sehat untuk berdiri selama perjalanan,” ucapnya.

Ia menekankan potensi konflik semestinya dapat dihindari apabila masing-masing pihak mengedepankan komunikasi yang baik.

Lanjutnya, penjelasan sederhana terkait kondisi kesehatan dinilai cukup untuk mencegah kesalahpahaman.

“Kalau memang sedang sakit atau tidak memungkinkan berdiri, sampaikan dengan baik. Hal seperti ini seharusnya tidak perlu berujung pada perdebatan,” tukasnya.

Rio menambahkan, insiden tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bersama, khususnya dalam pengelolaan transportasi publik di Jakarta.

Ia mengingatkan bahwa Transjakarta sendiri telah menegaskan kursi nonprioritas dapat digunakan oleh seluruh penumpang.

Meski demikian, ia berencana menyampaikan masukan kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar ke depan disediakan imbauan tambahan di area kursi nonprioritas.

Imbauan tersebut, menurut Rio, dapat mendorong kesadaran penumpang untuk tetap mendahulukan lansia atau kelompok yang membutuhkan, meskipun sifatnya tidak mengikat.

Rio berharap, pendekatan persuasif ini mampu membangun budaya saling menghormati di transportasi publik Jakarta secara bertahap.

“Awalnya mungkin hanya imbauan, tapi lama-kelamaan bisa menjadi kebiasaan baik, seperti perubahan perilaku soal kebersihan,” pungkasnya. (ALS)