Ini Profil Idgitaf, Musisi Viral yang Salip Kepopuleran NIKI di Spotify Indonesia
Profil Idgitaf, musisi muda Indonesia yang viral dan sukses menyalip NIKI sebagai penyanyi dengan pendengar Spotify terbanyak.

HALLONEWS.COM – Nama Idgitaf semakin tak terbendung di industri musik digital Indonesia. Penyanyi dan penulis lagu muda ini tak hanya viral di media sosial, tetapi juga mencatatkan tonggak penting sebagai penyanyi perempuan Indonesia dengan pendengar bulanan terbanyak di Spotify, mengungguli NIKI Zefanya.
Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” yang kini viral di berbagai platform media sosial menegaskan posisi Idgitaf sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam peta musik digital Tanah Air saat ini.
Mengutip data statistik musik global Kworb, hingga akhir Desember 2025 Idgitaf membukukan 16.845.192 pendengar bulanan di Spotify. Angka ini melampaui capaian NIKI yang berada di kisaran 15.808.223 pendengar bulanan.
Tak hanya unggul secara angka, laju pertumbuhan pendengar Idgitaf juga terbilang agresif. Kworb mencatat penambahan rata-rata lebih dari 280 ribu pendengar per hari, menandakan konsumsi musik Idgitaf yang terus menanjak, bukan hanya di Indonesia tetapi juga secara global.
Nama panggungnya Idgitaf sendiri konon berasal dari singkatan “I Don’t Give a F***” yang mencerminkan gaya blak-blakannya. Sehingga sejak kemunculannya, gadis bernama lengkap Brigitta Sriulina Beru Meliala ini dikenal sebagai musisi dengan lirik jujur, sederhana, namun emosional yang dapat mewakili kegelisahan dan perasaan generasi muda.
Perempuan muda kelahiran Tangerang 15 Mei 2001 ini memulai kariernya dari media sosial, khususnya TikTok sekitar tahun 2020.
Dari konten parodi hingga cover lagu itulah namanya mulai dikenal dan akhirnya Idgitaf kemudian merilis karya orisinal yang langsung mendapat sambutan luas. Lagu-lagu seperti “Takut”, “Satu-Satu” dan “Sedia Aku Sebelum Hujan” kemudian menjadi viral dan memperkuat basis pendengarnya di platform streaming.
Idgitaf yang merupakan anak ketiga dari pasangan criminology Adrianus Meliala dan Maria Regina Rosari Ginting mendapatkan dukungan penuh untuk berkarir di dunia seni khususnya musik.
Hal ditunjukkan dengan tak adanya penolakan sang orang tua ketika dirinya memutuskan melanjutkan studi ke Universitas Indonesia (UI) dengan jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea. Sebuah pilihan akademik yang menunjukkan ketertarikannya pada bahasa dan budaya global, yang turut memengaruhi cara pandangnya dalam berkarya.
Kekuatan Musik dan Identitas Digital Idgitaf terletak pada lirik personal dan reflektif, dekat dengan pengalaman sehari-hari dipadu dengan aransemen minimalis, yang menonjolkan emosi dan vokal dengan memaksimalkan platform TikTok dan Spotify sebagai medium utama distribusi karyanya.
Pendekatan ini membuat lagu-lagunya mudah menyebar dan relevan lintas platform dan akhirnya mampu menyalip popularitas NIKI di Spotify. Ini menjadi simbol kuat perubahan industri musik Indonesia.
Namun di tengah popularitasnya yang tak terbendung, sosok perempuan muda ini tetap mendukung kaum disabilitas dalam karyanya.
Hal ini dia tunjukkan pada dukungan terhadap komunitas disabilitas tuna rungu lewat bahasa isyarat dalam penampilannya. (wib)
