Ini 70 Emiten yang Terancam Delisting hingga Akhir 2025, WIKA dan TGUK Masuk Daftar Merah BEI
Bursa Efek Indonesia memperbarui daftar emiten berisiko delisting hingga akhir 2025. Jumlahnya melonjak menjadi 70 emiten, termasuk WIKA dan TGUK, akibat suspensi perdagangan berkepanjangan.

HALLONEWS.COM – Daftar emiten yang dimungkinkan untuk delisting oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) telah diperbarui lagi, dan dalam pengumuman terbarunya, jumlah perusahaan yang termasuk dalam kategori ini meningkat menjadi 70 emiten, naik signifikan dari 55 emiten yang diumumkan pada pertengahan tahun.
Peningkatan jumlah ini terkait dengan kenyataan bahwa perdagangan saham BEI telah dibekukan selama lebih dari enam bulan berturut-turut. Beberapa emiten bahkan telah menghentikan perdagangan selama waktu yang jauh lebih lama.
Sebanyak dua belas emiten telah disuspensi sahamnya selama lebih dari 65 bulan, dan sepuluh emiten lainnya telah menghentikan perdagangan selama sekitar dua belas bulan. Kondisi ini menjadi petunjuk penting tentang apakah saham-saham tersebut masih terdaftar di Bursa.
Salah satu dari beberapa emiten yang mungkin didaftarkan untuk delisting baru-baru ini adalah PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), yang telah disuspensi selama sekitar tujuh bulan pada 26 Mei 2025. Selain itu, saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga telah dibekukan sejak 18 Februari 2025, yang menandakan hampir sepuluh bulan masa suspensi. Sementara itu, PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) tidak pernah diperdagangkan sejak 31 Januari 2025, hampir satu tahun.
Sebaliknya, sejumlah emiten yang telah didaftarkan sebelumnya belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. Beberapa di antaranya adalah PT PP Properti Tbk (PPRO) yang telah disuspensi sejak Oktober 2024; PT Indofarma Tbk (INAF) yang tidak diperdagangkan sejak Juli 2024; dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yang telah disuspensi selama lebih dari dua tahun. PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) juga telah dibekukan selama lebih dari satu tahun.
Daftar 70 Emiten Berpotensi Delisting
- PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI)
- PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)
- PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
- PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS)
- PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)
- PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS)
- PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
- PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF)
- PT Cowell Development Tbk (COWL)
- PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI)
- PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)
- PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
- PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
- PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)
- PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)
- PT Aksara Global Development Tbk (GAMA)
- PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
- PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)
- PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)
- PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL)
- PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP)
- PT Indofarma Tbk (INAF)
- PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE)
- PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)
- PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU)
- PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
- PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
- PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)
- PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH)
- PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)
- PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)
- PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI)
- PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)
- PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
- PT Metro Realty Tbk (MTSM)
- PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX)
- PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)
- PT Polaris Investama Tbk (PLAS)
- PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN)
- PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)
- PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL)
- PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA)
- PT PP Properti Tbk (PPRO)
- PT Master Print Tbk (PTMR)
- PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE)
- PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)
- PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK)
- PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)
- PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
- PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)
- PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)
- PT SMR Utama Energy Tbk (SMRU)
- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
- PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
- PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)
- PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM)
- PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH)
- PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE)
- PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA)
- PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK)
- PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)
- PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS)
- PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM)
- PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
- PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)
- PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)
- PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO)
- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
- PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP)
- PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)
Analisis Yes Invest
Fenomena meningkatnya jumlah emiten yang berpotensi delisting ini menjadi pengingat penting bagi regulator dan pelaku pasar, khususnya dalam proses seleksi perusahaan yang akan melantai di Bursa melalui IPO.
Kualitas fundamental, tata kelola, dan kesiapan bisnis seharusnya menjadi perhatian utama sejak awal, agar pasar modal Indonesia semakin sehat dan berkelanjutan. Dengan demikian, investor, baik domestik maupun asing dapat memandang Indonesia sebagai tujuan investasi yang kredibel dan terpercaya, bukan sekadar tempat spekulasi jangka pendek.(AdiPrasetya Teguh/Yes Invest)
