Inggris Uji Terapi Aquablation untuk Kanker Prostat, Janji Minim Efek Samping dan Lebih Presisi
Inggris resmi meluncurkan uji coba inovatif terapi Aquablation—pengobatan robotik berbasis AI yang menjanjikan pengangkatan kanker prostat secara lebih presisi sekaligus mengurangi risiko efek samping serius yang selama ini menjadi momok bagi pasien.

HALLONEWS.COM-Inggris kembali mencuri perhatian dunia medis setelah meluncurkan uji coba inovatif untuk pengobatan kanker prostat yang diklaim mampu menekan risiko efek samping serius yang selama ini ditimbulkan oleh operasi radikal.
Pengujian yang didukung Institut Nasional untuk Penelitian Kesehatan dan Perawatan (NIHR) ini akan menentukan apakah terapi Aquablation, yang memadukan robotika, kecerdasan buatan (AI), dan pencitraan ultrasonografi real-time, dapat bekerja setara atau bahkan lebih baik daripada pembedahan tradisional.
Selama ini, prosedur standar untuk menyembuhkan kanker prostat adalah prostatektomi radikal, yakni pengangkatan seluruh kelenjar prostat. Meski efektif, teknik ini hanya cocok bagi pasien tertentu dan membawa risiko besar, mulai dari infeksi hingga disfungsi ereksi dan gangguan saluran kemih. Di sinilah Aquablation hadir sebagai alternatif yang jauh lebih minim invasi.
Robot, AI, dan Pancaran Air Bertekanan Tinggi
Aquablation menggunakan robot yang mengarahkan pancaran air bertekanan tinggi untuk mengangkat jaringan kanker secara selektif. Teknologi ini memungkinkan dokter memetakan prostat secara presisi melalui USG real-time, sehingga mereka dapat menghindari saraf dan otot penting yang berperan dalam fungsi ereksi dan kontrol kandung kemih.
Teknologi Aquablation sebenarnya sudah digunakan untuk menangani pembesaran prostat jinak (BPH), tetapi kini memasuki tahap baru sebagai metode potensial menyembuhkan kanker prostat stadium awal.
Uji coba yang disponsori perusahaan teknologi medis AS, Procept BioRobotics, mencakup tujuh negara dengan empat pusat di Inggris: Royal Marsden, Guy’s dan St Thomas’ NHS Foundation Trust, Royal Free London, serta Norfolk and Norwich University Hospitals. Secara global, 280 pasien dengan kanker prostat terlokalisasi akan direkrut.
Menjanjikan Kualitas Hidup Lebih Baik
Philip Charlesworth, konsultan bedah urologi di Royal Marsden, menilai Aquablation sebagai langkah penting menuju perawatan yang lebih manusiawi.
“Pilihan penyembuhan bagi kanker prostat lokal sebenarnya sangat baik. Namun fokus kami kini adalah mengurangi efek samping yang menghancurkan kualitas hidup pasien. Teknologi baru seperti ini memberi harapan besar,” ujarnya seperti dikutip Sky News, Selasa (9/12/2025).
Menurutnya, hasil positif dari uji coba dapat membuka jalan bagi lahirnya standar baru perawatan kanker prostat global.
Kasus Kanker Prostat Terus Meningkat
Prostate Cancer UK mencatat bahwa satu dari delapan pria diperkirakan akan mengidap kanker prostat sepanjang hidup mereka. Tahun lalu saja, 58.218 pria di Inggris didiagnosis, naik hampir 9% dari 2023.
Di tengah meningkatnya kasus, pemerintah justru menolak rekomendasi skrining prostat massal karena dinilai dapat “menyebabkan lebih banyak mudarat daripada manfaat”. Untuk saat ini, skrining hanya direkomendasikan bagi pria pembawa mutasi gen BRCA1 dan BRCA2—kelompok dengan risiko kanker prostat jauh lebih besar.
Keputusan tersebut menuai kritik, termasuk dari Menteri Kesehatan Wes Streeting dan tokoh publik seperti Sir Chris Hoy serta Dermot Murnaghan, yang keduanya didiagnosis mengidap kanker prostat stadium lanjut. Mantan Perdana Menteri Lord Cameron pun ikut menyuarakan dukungan untuk kampanye pemeriksaan setelah mengalami kanker prostat dan menjalani perawatan.
Harapan Baru di Tengah Kontroversi Skrining
Dengan meningkatnya tekanan publik dan angka kasus yang terus meroket, uji coba Aquablation menjadi sorotan sebagai kemungkinan solusi aman dan efektif bagi pasien stadium awal yang membutuhkan perawatan lebih presisi dan minim risiko.
Jika hasil uji coba terbukti positif, Aquablation berpotensi menjadi tonggak baru dalam manajemen kanker prostat, menggabungkan kecanggihan teknologi dan harapan baru bagi jutaan pria di seluruh dunia.
