Home - Ekonomi & Bisnis - Indonesia Targetkan Penghentian Impor Bensin, Solar, dan Avtur pada 2027

Indonesia Targetkan Penghentian Impor Bensin, Solar, dan Avtur pada 2027

Pemerintah menargetkan penghentian impor bensin, solar, dan avtur pada 2027 seiring rampungnya proyek kilang RDMP dan GRR untuk mendorong kemandirian energi nasional.

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:32 WIB
Indonesia Targetkan Penghentian Impor Bensin, Solar, dan Avtur pada 2027
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Dok Yes Invest)

HALLONEWS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahwa pemerintah menargetkan penghentian impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin RON 92 dan RON 98, solar, serta avtur mulai tahun 2027.

Pernyataan ini disampaikan pada awal 2026, sebagai bagian dari strategi mencapai kemandirian energi nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan kilang domestik. Dengan rampungnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan pembangunan kilang baru seperti Grass Root Refinery (GRR) Tuban, produksi BBM dalam negeri diproyeksikan mencukupi kebutuhan nasional tanpa bergantung pada pasokan luar.

Kebijakan ini merupakan lanjutan dari upaya untuk mengoptimalkan kilang yang sudah ada dan meningkatkan fasilitas pengolahan mereka. Upaya-upaya ini telah menunjukkan bahwa mereka telah menghasilkan output bahan bakar yang lebih baik.

Bahlil menekankan bahwa penghentian impor tidak mencakup semua jenis bahan bakar minyak (BBM), tetapi hanya yang paling penting, yang selama ini menjadi beban besar bagi neraca perdagangan energi.

Untuk memenuhi segmen pasar tertentu yang membutuhkan spesifikasi yang lebih tinggi, bahan bakar premium seperti Pertamax atau setara tetap dapat diimpor jika diperlukan.

Mengingat impor BBM selama ini menyumbang defisit besar dalam transaksi berjalan, langkah ini diharapkan dapat menghemat devisa negara secara signifikan. Selain itu, pemerintah menjamin bahwa transisi ini akan dilakukan secara bertahap, dengan pelaku usaha distribusi dan PT Pertamina (Persero) sebagai operator utama kilang bekerja sama dengan ketat.

Penghentian impor ini sesuai dengan visi ketahanan energi, di mana pasokan domestik harus diutamakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan demikian, target 2027 menjadi milestone penting dalam transformasi sektor energi Indonesia, di mana kemandirian BBM diwujudkan melalui investasi infrastruktur pengolahan yang masif.

Secara keseluruhan, pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di depan DPR mengenai rencana penghentian impor bensin RON 92 dan 98, solar, serta avtur pada 2027 ini, dengan pengecualian jenis BBM premium tertentu, didasarkan pada kesiapan kilang domestik pasca-proyek RDMP dan GRR, sebagaimana diungkapkan dalam berbagai kesempatan resmi terkait target kemandirian energi nasional. (Hendeka Putra / Researh Analyst Yes Invest)

 

Disclaimer : Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.

Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.