Home - Nasional - Indonesia Cetak Sejarah, Kini Miliki Komplek Haji di Mekkah

Indonesia Cetak Sejarah, Kini Miliki Komplek Haji di Mekkah

Keberhasilan ini tidak terlepas dari diplomasi intensif Presiden Prabowo Subianto yang mendorong perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait kepemilikan aset oleh negara asing.

Rabu, 7 Januari 2026 - 8:15 WIB
Indonesia Cetak Sejarah, Kini Miliki Komplek Haji di Mekkah
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Hallonews.Com

HALLONEWS.COM – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah Indonesia berhasil mencetak sejarah dengan memiliki kompleks haji di Arab Saudi.

Prasetyo mengatakan pencapaian tersebut terwujud karena pemerintah akan segera memiliki hotel sendiri di Mekkah yang akan menjadi bagian dari kompleks haji Indonesia.

“Bapak Rosan, CEO Danantara, melaporkan bahwa kita telah memiliki hotel sendiri di Makkah,” ujar Prasetyo di sela-sela Retret Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Menurut Hadi, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari diplomasi intensif Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mendorong perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait kepemilikan aset oleh negara asing.

“Ini berkat diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden, sehingga untuk pertama kalinya Pemerintah Arab Saudi mengubah aturan dan memungkinkan sebuah negara memiliki aset di Arab Saudi,” ungkapnya.

Prasetyo mengakui, keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah penyelenggaraan dan pelayanan ibadah haji Indonesia. Keberadaan kompleks haji Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan, serta efisiensi bagi jamaah haji asal Indonesia.

“Saya kira ini menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” tutupnya.

Sebelumnya, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah membeli sebuah hotel beserta lahan seluas sekitar 5 hektare di Mekah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan menjadi Kampung Haji Indonesia.

Hotel yang dimaksud adalah Novotel Thakher Makkah dengan kapasitas 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara dan mampu menampung hingga 4.383 calon jemaah haji Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan 13 menara tambahan sehingga total jumlah kamar meningkat menjadi 6.025 kamar.

Dengan pengembangan tersebut, Kampung Haji Indonesia diharapkan mampu menampung lebih banyak calon jemaah haji Indonesia dengan fasilitas yang terintegrasi, nyaman, dan efisien.

Rosan turut menjelaskan bahwa lokasi Kampung Haji Indonesia sangat dekat dengan Masjidil Haram, jauh lebih strategis dibandingkan akomodasi jemaah haji Indonesia selama ini yang umumnya berjarak sekitar 4,5 hingga 6 kilometer.

Nilai pembelian hotel dan lahan tersebut mencapai sekitar 500 juta dolar AS. Sementara itu, rencana pengembangan lanjutan berupa pembangunan 13 menara tambahan dan pusat perbelanjaan diperkirakan membutuhkan investasi sebesar 700 hingga 800 juta dolar AS. (min)